BPCB Sumbar Gelar Kemah Budaya Di Candi Muara Takus

0
524

XIII KOTO KAMPAR(auramedia.co) – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumatera Barat wilayah kerja Sumbar, Riau dan Kepulauan Riau bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Kwartir Cabang 04-03 Gerakan Pramuka Kampar melakukan kegiatan perkemahan Cagar Buadaya diikuti 200 peserta di lokasi wisata Candi Muara Takus Kampar selama tiga hari, Jumat, Sabtu dan Minggu (16-18/3).

Kepala BPCB Sumbar Drs Nurmatias menyampaikan dalam acara itu bahwa dipilihnya pramuka untuk pelaksanaan kegiatan ini tidak lain bagaimana situs cagar budaya dikenal dan ditumbuhkembangkan oleh pramuka sebab melalui gerakan pramuka akan cepat dan lebih mudah karena sudah terkoordinir oleh sistem pendidikan yang telah terbentuk selama ini.

“Sistem di pramuka sudah baik, bagaimana dikenal di sekolah dan menjadi kebanggan jati diri anak bangsa, kita punya budaya yang hebat dan situs cagar budaya yang banyak, mengapa tidak kita jaga, agar kita dapat sejajar dengan masyarakat dunia,” ujarnya.

Dikatakan Nurmatias Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kampar telah membantu melancarkan kegiatan ini, “Tanpa bantuan Kwarcab kampar, tidak bisa berjalan dengan baik, terima kasih kepada masyrakat Kampar yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ucapnya.

Kak Ok Nizami Jamil, mewakili Kakwarda, Joko Pujiono andalan Kwarda Riau, yang hadir dalam acara itu menyampaikan bahwa Candi Muara Takus itu ada membuktikan adanya sejarah di Kampar sebuah Kerajaan Sriwijaya pernah berjaya.

Selain Kak OK, hadir dari Sumbar, Hasan Basri, Ketua Pokja Dokumentasi dan Publikasi, Eliza Nora, staf, Edi Yudson, Kurnia Mulyasari Hari Wijaya, Rahmat, Gema Indra Kusuma.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Keuangan, Aliman Makmur mewakili Bupati Kampar, H Azis Zaenal menyampaikan bahwa berhatap kegiatan saran dan pembelajaran untuk mengenal cagar budaya yang ada seperti di Kabupaten Kampar

“Dengan lestarinya cagar budaya dapat meninglatkan kesejahteraan dan membangun karakteristik generasi yang akan datang”, kata Aliman.

Disebutkannya, perkembangan teknologi membuat atau menggeser etika dan sejarah budaya negatif dari luar mempengaruhi budaya generasi bangsa ini maka kegiatan pramuka bersama BPCB ini merupakan sarana pembelajaran agar dapat mengambangkan pembentukan karakter generasi muda menjadi lebih baik.

“Kampar kaya dengan cagar budaya, ada 10 cagar budaya di Kampar selain candi ini, seperti istana Gunung Sahilan, masjid  jamik tertua di Air Tiris serta makam para tokoh, mari kita jaga cagar budaya dan pelihara pengelolaanya dengan benar,” ajaknya.

Ketua Pokja Dokumentasi dan Publikasi dari Sumbar, Hasan Basri menjelaskan, Kemah budaya kali ini melaksanakan dua jenis lomba, menulis dan presentasi tentang sejarah yang ada di Kampar ditentukan enam pemenang, dengan menyerap hasil pemberian materi darinpanitia penyelenggara.(**)