Terapkan Pola Tata Ruang Untuk Memajukan Desa

0
311

KAMPAR(auramedia.co) – Pola Tata Ruang wilayah termasuk dalam lingkup Desa dan Kelurahan juga sangat perlu dilakukan dalam penataan kemajuan Desa, sebab apabila pola tata Desa sudah terbentuk maka agak susah kembali dalam melakukan penataan yang lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Kampar Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Suhaimi pada acara Ulang Tahun Desa Ranah Singkuang Kecamatan Kampar, Senin (19/3/18).

Suhaimi menjelaskan, bahwa dalam hal ini sangat perlu adanya rencana tata ruang wilayah yang berfungsi sebagai pedoman untuk penyusunan rencana rinci tata ruang di wilayah, sebab di Desa Ranah Singkuang sendiri bagaimana kita harus memajukan desa, dalam tata infrastruktur jalan terlalu sangat kecil dan susah untuk diperbesar.

“Hal ini terbukti dalam perjalanan menuju ke Ranah Singkuang, saya berpikir apabila selisih jalan dengan kendraan lain sepertinya kita harus mundur panjang karena badan jalan terlalu kecil,” ungkapnya.

Untuk itu sebelum lakukan pembangunan khsusunya Jalan, kepada perangkat Desa dan masyarakat untuk bisa memcari jalan keluar. Agar jalan yang sudah ada yakni jalan utama desa yang menghubungkan Desa dengan Ibu Kota Kecamatan untuk bisa di perlebar, agar jalan tersebut layak dalam kualitas jalan Desa.

Untuk sementara, Desa ranah tahuh 2018 pembangunan infrastruktur Drainase sepanjang 0,5 Km, Jalan Krikil sepanjang lebih kurang 0,5KM serta perbaikaan Sekolah Dsara 017 Ranah Singkuang akan segera dilakukan.

“Dengan demikian, ini membuktikan bahwa Pemda Kampar juga akan terus membantu kemajuan Desa Ranah Singkuang. Karena ini sesuai dengan visi dan misi Bupati Kampar lima tahun kedepan, yanki peningkatan Infrastruktur,” terang Suhaimi.

Suhaimi juga berpesan dalam pembangunan bidang lainnya yang menggunakan Dana Desa, semua harus dimusyawarahkan terlebih dahulu bersama masyarakat.

Akan tertapi yang terpenting juga, Suhaimi berharap kepada pemerintah Desa setempat kiranya bisa menjaga hubungan yang baik dengan masyarakatnya.

“Menjaga persatuan, kesatuan, persaudaraan, kekompakkan, dan kekeluargaan yang terjalin selama ini, baik itu pemerintah desa, masyarakat dan semua unsur desa yang ada kiranya bisa dijaga, dipertahankan dan ditingkatkan” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ranah Singkuang Kamarudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa di usia yang ke-9, Ranah Singkuang sudah banyak mengalami kemajuan.

Dengan memiliki tiga Dusun dan tahun 2018 menjadi 4 Dusun dengan jumlah penduduk lebih kurang 1.350 serta memiliki daftar pemilihan tetap (DPT) 807 orang. Kamarudin bertekat akan memajukan ranah singkuang dalam waktu dekat dibandingkan dengan desa lainnya.

Diakuinya, sejauh ini Alhamdulillah kemajuan desa sudah banyak, walaupun beberapa infstruktur di Desa seperti jalan penghubung Desa ke Kecamatan terlihat belum tersetuh yang namanya Aspal.

Akn tetapi dalam kepemipinan Azis Zaenal, Indra Yani anggota DPRD Kampar menyambut bahwa jalan penghubung Kecamatan dan Desa Ranah Singkuang lebih kurang sepanjang 3 KM tahun 2018 akan segera di kerjakan.

Disamping itu Mawardi selaku ketua Tim Pemekaran Desa Ranah Singkuang menyampaikan sejarah singkat Desa Ranah Singkuang, dimana Ranah Singkuang merupakan pecahan dari Desa Penyasawan.

Dimana masyarakat Ranah awal mulanya gabungan dari masyarakat dari Penyasawan suku Pitopang, Mandeliang, Pulau Sarak Suku Domo, Simpang Kubu suku Kampai, Tanjung Barulak serta Ranah suku Piliang yang awalnya semula hidup bertani.

Dimana Ranah Singkuang sendiri pada zaman penjajahan belanda sempat menjadi Ibukota Kecamatan Kampar selama enam bulan.(**)