Komentar Warga Soal Pembangunan Jalan Poros Lingkar Pulau Mendul Kuala Kampar

0
263

PELALAWAN (auramedia.co) – Sebagai salah satu kecamatan yang paling jauh jarak tempuhnya dari ibukota kabupaten Pelalawan, Kecamatan Kuala Kampar memang perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Kendati memiliki potensi cukup besar, namun dengan kondisi masih minimnya pembangunan infrastruktur, menjadi salah satu kendala masyarakatnya untuk maju.

Adanya kebijakan baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan membangun jalan poros lingkar yang menghubungkan seluruh desa dan kelurahan yang terdapat di Kecamatan Kuala belum teralisasi seutuhnya. Dimana masih terdapat beberapa desa yang belum tersentuh infrastruktur jalan.

Dengan kondisi yang memperihatinkan ini, maka masyarakat Kecamatan Kuala Kampar dambakan lanjutan pembangunan lingkar poros tersebut.

” Hingga saat ini infrastruktur jalan masih menjadi prioritas yang sangat diharapkan masyarakat dikecamatan Kuala Kampar, salah satunya kelanjutan pembangunan semeninasi jalan poros lingkar Pulau Mendul kecamatan Kuala Kampar yang belum dituntaskan.

Dimana saat ini, masih ada sepanjang 13 KM jalan di Desa Teluk menuju Kelurahan Teluk Dalam, Desa Tanjung Sum, Desa Sei Upih dan Sei Solok yang masih dalam kondisi jalan tanah. Jika musim kemarau sangat berdebu dan jika hujan sangat becek dan licin sehingga sangat berpotensi terjadinya kecelakaan lalulintas.

Jadi, kita berharap dan mendambakan agar Pemkab Pelalawan melalui Dinas PUPR dapat merealisasikan keinginan masyarakat di kecamatan Kuala Kampar ini untuk kesejahteraan masyarakat banyak sesuai visi Inovasi menuju Pelalawan EMAS (Ekonomi, Mandiri, Aman dan Sejahtera),” ujar salah seorang tokoh masyarakat Kuala Kampar Aprianto, Rabu (21/3).

Menanggapi keinginan masyarakat tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSi mengatakan, proyek pembangunan semenissasi jalan poros lingkar Pulau Mendul kecamatan Kuala Kampar tidak bisa lagi dilanjutkan pengerjaannya khsusnya pada tahun 2018 ini.

Hal ini akibat minimnya anggaran dampak terjadinya rasionalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Bila tidak ada aral melintang, lanjutan pembangunan jalan tersebut akan diusulkan pada tahun 2019 mendatang.

” Tahun 2019 mendatang, kita berencana melanjutkan pembangunan jalan lingkar Kecamatan Kuala Kampar yang menghubungkan 7 desa. Lanjutan pembangunan jalan ini dikarenakan ada pemutusan kontrak pembangunan jalan tersebut pada tahun 2015 lalu, ada sekitar 3 desa pada paket 10 yang belum selesai dibangun jalan,” sebutnya.

Sambungnya, pada tahun 2014 hingga 2016 lalu, Pemkab Pelalawan telah merancang proyek multiyears pembangunan semenisasi jalan poros lingkar Pulau Mendul kecamatan Kuala Kampar sepanjang 38 Kilometer dengan menelan pagu anggaran dari APBD Pelalawan sebesar Rp 80 Milyar.

Sedangkan akses jalan yang dibangun di 10 desa dan kelurahan di Kecamatan Kuala Kampar ini, ada tiga paket yakni paket 8 terdapat di Desa Teluk menuju Kelurahan Teluk Dalam, paket 9 kelurahan Teluk Dalam menuju Desa Tanjung Sum dan paket 10 terdapat di Desa Tanjung Sum menuju Desa Sei Upih dan Sei Solok.

” Dan pembangunan akses jalan tersebut sampai tahun 2016, telah rampung dikerjakan sepanjang 24,3 KM atau dengan persentase sebesar 70 persen. Sedangkan sisanya sepanjang 13,7 KM atau 30 persen lagi yang terdapat pada paket 10, tidak dapat dikerjakan akibat lambatnya penyelesaian pengerjaan jalan tersebut oleh perusahaan, sehingga kita lakukan pemutusan kontraknya.

Namun pada tahun 2017 ini, sisa pembangunan jalan tersebut kembali dilanjutkan sepanjang 700 meter, sehingga masih tersisa pembangunan jalan yang belum direalisasikan sepanjang 13 KM. Jadi, kita menyampaikan permohonan maaf dan berharap agar masyarakat Kecamatan Kuala Kampar dapat bersabar hingga solusi dan alternatif dari Pemkab Pelalawan ditemukan untuk dapat kembali melanjutkan realisasi pembangunan semenisasi jalan tersebut,” pungkasnya.

Sumber: MC Riau