Fly Over Ska Awalnya Sempat di Design Bergaya Semi Semanggi

0
522

PEKANBARU(auramedia.co) – Perencanaan pembangunan fly over simpang Ska yang kini sudah memasuki tahapan ground breaking, awalnya sempat direncanakan semi semanggi, seperti yang ada di Jakarta.

Namun persolan lahan yang tak cukup, karena sudah terlanjur difungsikan untuk kawasan bisnis di sekitaran simpang Ska. Design megah semi semanggi itu pun direview dua kali, menjadi underpass lalu berubah kembali menjadi konsep jembatan layang.

Design awal pembangunan fly over Ska berbentuk semi semanggi tersebut dilakukan saat Kepala Dinas PU Riau dijabat SF Hariyanto. Bahkan saat itu, Pemko Pekanbaru juga sudah mengagendakan ganti rugi lahan.

“Pada 2012 lalu, konsep pembangunan fly over ini awalnya didesign semi semanggi. Tapi karena ada kendala lahan yang terlanjut dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis, akhirnya kita lakukan review,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau Dadang Eko Purwanto, usai acara ground breaking, Jumat (6/4/18).

Rencana pembangunan fly over sempat stagnan ketika Gubernur Riau dijabat Annas Maamun, menggantikan Rusli Zainal. Berbagai alasan tekhnis menjadi pertimbangan karena lebih memilih infrastruktur pemerataan akses jalan di kabupaten kota.

Kemudian belum genap setahun, karena Annas tersandung kasus hukum. Arsyadjuliandi Rachman yang saat itu hanya sebagai orang nomor dua, lalu naik kelas menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau sampai akhirnya ditetapkan sebagai pejabat definitif.

Dimasa kepemimpinan Arsyadjuliandi Rachman, rencana pembangunan fly over yang sudah pernah direncanakan, kemudian ingin ‘hidupkan’ kembali. Kajian pun kembali mulai dilakukan.

Karena lahan yang tersedia tak memungkinkan untuk membangun semi semanggi, konsep underpass pun mulai direncanakan dengan mengeluarkan Detail Engineering Design (DED).

Namun setelah melalui kajian, rupanya konsep underpass, lebih mahal dalam pembiayaan pembangunan. Tidak itu saja, biaya perawatannya juga tidak murah.

Rencana underpass yang dianggap menjadi solusi dalam mengatasi masalah kemacetan simpang Ska itu pun direview kembali menjadi konsep jembatan layang pada umumnya.

“Desain ini sebenarnya bagus, tapi karena biayanya mahal, perawatannya juga terpaksa direview kembali menjadi fly over biasa. Alhamdulillah, sekarang sudah dilakukan ground breaking,” ungkap Dadang.

Selain fly over Ska, Pemerintah Provinsi Riau juga membangun fly over di simpang pasar pagi Arengka. Keduanya juga ditargetkan tuntas pada Desember nanti, dalam hitungan satu tahun anggaran.

Ada pun selama proses pembangunan fly over, Dadang menyadari pasti lalu lintas menjadi terganggu. Namun begitu, jalan alternatif pun sudah disiapkan melalui poros-poros jalan yang sudah ada di sekitaran lokasi pembangunan.

“Kami menyadari dan meminta maaf karena proses pembangunan ini. Tapi jalan alternatif tentu sudah kami siapkan,” ungkap Dadang.

SUmber: MC Riau