Bappeda Bahas Update Aplikasi E-Planning dengan Konsultan

0
650

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Untuk kesempurnaan penggunaan aplikasi e-planning dalam penyusunan dokumen perencanaan, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar menggelar  rapat guna  membahas update aplikasi e-planning bersama pihak konsultan dari  PT. Raja Sakti Telematika bertempat di ruang rapat  Kepala Bappeda Lantai 2, Selasa (10/4/18).

Rapat tersebut dipimpin oleh  Kepala Bidang Litbang Perencanaan dan Pengendalian (LPP) Bappeda Kabupaten Kampar Yusdiyen Hadinata, S.Si, M,Si mewakili Plt Kepala Bappeda Kabupaten Kampar M. Fadli Mukhtar, SPi. M.Sc. Hadir pada kesempatan tersebut, pejabat eselon III dan IV dilingkup Bappeda Kabupaten Kampar, pihak konsultan PT. Raja Sakti Telematika, Ahmadi Ruyani dan Haris Gesa Rewadi, admin Bappeda Raul Ananda Putra, serta staf yang terkait dengan tugas aplikasi e-planning.

Pada  kesempatan tersebut, Kabid LPP Yusdiyen Hadinata menyampaikan  bahwa  rapat ini sengaja digelar dengan maksud  untuk melakukan evaluasi  sejauh mana penggunaan aplikasi dilevel bidang. ”Berdasarkan evaluasi kami  di Bappeda masih ada beberapa kendala yang ditemukan pada aplikasi, dan pertemuan ini sangat strategis untuk memudahkan  dan menyempurnakan aplikasi e-planning ini,” jelas Yusdiyen.

Selanjutnya Yusdiyen menyampaikan daftar kendala pada  sistem e-planning yang telah dihimpun dari bidang-bidang. Diantara  persoalan yang ditemui di sistem e-planning adalah  fitur lupa password yang ada pada login page masih error, hasil cetak report di menu Rencana Strategis masih  menampilkan data ganda (program dan kegiatannya).

Kemudian data pada kolom  Indikator  Kinerja Program (outcome) dan kegiatan (output) data  capaian pada  tahun awal perencanaan masih ada yang kosong padahal di database ada, target kondisi kinerja akhir pada cetak report  di menu Rencana Strategis masih error,  hasil penjumlahan pagu per tahun anggaran pada report di menu Rencana  Strategis  tidak ada sehingga Bappeda harus melakukan penjumlahan manual untuk mengetahui jumlah pagu indikatif  kebutuhan OPD pertahun.

Permasalahan selanjutnya  hasil cetak  report  berdasarkan urusan OPD dan program kegiatan yang menampilkan matrik pagu untuk pendanaan Renstra. Untuk masalah ini konsultan diminta untuk menambahkan report dalam format PDF dan Excel.

Untuk report di menu Rencana Strategis agar dibuatkan dalam format exel. “Pada kolom pilih OPD agar ditambahkan fitur default search type (quick) yaitu tipe  pencarian  yang terdapat di bagian Quick Search,” ujar Yusdiyen.

Disampaikan Yusdiyen bahwa kendala selanjutnya yaitu  untuk Menu Perencanaan-Perencanaan Tahunan-Rencana Kerja di Tahap Musrenbang Desa, Tahap Musrenbang Kecamatan dan Tahap  Forum OPD.  Pada tahap-tahap ini cukup banyak kendala yang ditemui  diantaranya  pada  tahap Musrenbang desa  tidak bisa  cetak daftar usulan Prioritas desa/kelurahan untuk administrator dan Admin Bappeda. “Untuk itu selain menu cetak daftar  usulan perdesa agar ditambahkan menu cetak keseluruhan  daftar usulan dengan urutan perdesa,” minta Yusdiyen.

Untuk tahap Musrenbang Kecamatan, salah satu kendala adalah Administrator/Admin Bappeda tidak bisa cetak daftar urutan kegiatan prioritas kecamatan berdasarkan perangkat daerah pelaksana sementara Bappeda butuh data Makro yang bisa dijadikan  analisis untuk statistik. Admin Bappeda juga tidak bisa  cetak pokir Dewan berdasarkan perangkat daerah pelaksana, berdasarkan dapil dan berdasarkan anggota dewan itu sendiri.

Kemudian masih ada  kendala-kendala lain yang disampaikan Bappeda dihadapan  konsultan. Konsultan juga diminta  untuk membuatkan  fitur upload standar  harga, karena Kabupaten Kampar  punya standar satuan  harga  yang banyak, sehingga  tidak efisien jika  administrator  harus mengentri standar  satuan  harga satu persatu. “Ini kendala-kendala yang mesti kita cari solusi,” ujar Yusdiyen.

Seluruh  kendala ini dibahas oleh  konsultan dan pihaknya berjanji secapatnya akan mengatasi  kendala-kendala ini sehingga e–planning ini semakin sempurna dan memudahkan  dalam proses perencanaan di Kabupaten Kampar. “Secepatnya  ini akan kita selesaikan dan  kita menyelesaikan berdasarkan prioritas  kendala,” jelas Konsultan Ahmadi Ruyani atau akrab dipanggil Roy.(**)