Miliki Mayoritas Aset, Sekdaprov Tinjau GSCC Batam

0
432

PEKANBARU(auramedia.co) – Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Riau, Syahrial Abdi meninjau Gedung Sumatera Convention Center (GSCC) Batam, Senin (9/4/18).

Kedatangan Sekdaprov Riau guna melihat aset Pemprov Riau yang dibangun pada 2003 silam ini disambut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Batam, Gustian Riau.

Saat tiba di gedung 8 lantai tersebut Ahmad Hijazi langsung meninjau Mal Pelayanan Publik di lantai dasar. Dimana mal tersebut akan diresmikan Presiden Joko Widodo April ini.

Tak hanya itu, Ahmad Hijazi juga meninjau kondisi lantai per lantai gedung itu. Mulai dari ruang pelayanan sampai ruang auditorium Gedung Sumatera Convention Center Batam.

“Jadi peranan Pemprov Riau adalah salah satu pemilik gedung ini. Yang kita bangun sekitar tahun 2013 silam,” kata Ahmad Hijazi.

Menurutnya, pembangunan gedung tersebut berdasarkan hasil kesempatan gubernur se-Sumatera. Dimana Riau dipercaya untuk membangun pusat promosi di Sumatera.

“Sayang saat konsep pembangunan gedung selesai, namun rencana investasi gubernur se-Sumatera tidak terealisasi. Akhirnya pembangunan gedung ditawarkan oleh Pemprov Riau, Pemko Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam,” terangnya.

Kesepatakatan itu, lanjut Ahmad Hijazi, menyepakati nilai investasi. Dimana Pemprov Riau 40 persen, Pemko Batam 20 persen, BP Batam 20 persen. Namun saat itu terjadi pemekaran provinsi, sehingga investasi Pemko Batam diambil alih oleh Pemprov Riau dan BP Batam.

“Jadi komposisi kepemilikannya Pemprov Riau 54 persen dan Pemko Batam 6 persen dan BP Batam 40 persen. Saat itu saham terbesar Pemprov Riau,” ujar mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Batam ini.

Untuk pembangunan gedung itu, tambah Ahmad Hijazi, Pemprov Riau mengeluarkan anggaran sebesar Rp50 miliar diluar lahan dari total Rp86 miliar. Tapi kalau dinilai sekarang nilai investasi gedung ini sudah diantar Rp200 miliar.

“Dari dibangunnya gedung ini saat itu kita mendapat fee konsesi Rp2 miliar dikali 54 persen sekitar Rp1,1 miliar lebih kita dapat fee. Setelah itu kita dapat royalti. Pola sekarang kita mendapat hasil dari pendapatan sewa sebesar 20 persen, selebihnya diperoleh pengelola untuk biaya pemeliharaan dan perawatan,” tutupnya.

Untuk diketahui gedung tersebut selain dijadikan pusat pelayanan publik, juga pusat perkantoran yang disewa perusahaan, kegiatan pelayaran dan komersial seperti perbankan berkantor di Gedung Sumatera Convention Center.

Sumber: MC Riau