Tak Punya Hati, Kakek Renta 72 Tahun “Makan” Cucu Sendiri

0
306

PAGARAN TAPAH(auramedia.co) – Diduga seorang kakek MN (72th) khilaf lalu ”makan” cucu nya sendiri yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar, Melati (10th) (nama disamarkan_red)  di Dusun Mekar Indah, Desa Pagaran Tapah, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam.

Ayah korban DR (35th) kepada auramedia.co, Selasa malam (10/4) mengaku sangat terpukul dengan kejadian musibah yang menimpa keluarganya tersebut.

“Ketika mendapat kabar bahwa anak saya, Melati di “makan” oleh Atuk nya sendiri, saya merasa sangat terpukul bang, bingung dan terasa lemas seluruh sendi-sendi tulang. Disaat mendapat kabar itu saya lagi duduk, mungkin kalau sedang berdiri saya sudah tumbang, bang”, ungkap DR dengan wajah sedih.

Kronologis terungkapnya kasus tersebut bermula dari Melati yang mengaku pusing, lalu diberi sebagian obat bodrex yang sudah dibelah menjadi 4 bagian oleh DR. Beberapa saat setelah meminum obat tersebut Melati pergi kekamar mandi, lalu membuka pakaian dalam, kemudian datang istri DR untuk mencuci tangan.

“Celana siapa ini yang berlumuran t*ik”, ujar istri DR heran.

Kebetulan kakak Melati yang bernama Mawar lewat dan melihat bahwa itu bukan t*ik tapi bercak darah. Lalu DR bertanya kepada Melati kenapa ada bercak darah, Melati mengaku digigit oleh lintah.

“Saya kasih air tembakau untuk diminum oleh Melati, bahkan sampai dia muntah-muntah bang”, terang DR dengan tatapan mata kosong.

Istri DR merasa penasaran lalu membawa Melati ke tempat Praktek Bidan Ayu untuk memeriksa penyebab bercak darah tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan bidan, bercak darah tersebut bukan disebabkan oleh lintah tetapi karena benda lain. Setelah dipaksa dan dicecar dengan pertanyaan, akhirnya Melati mengaku bahwa Atuknya yang telah melakukannya.

Setelah berunding dengan pihak keluarga disepakati untuk menempuh jalur hukum, DR melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kunto Darussalam, Senin malam (9/4) Terduga MN di gelandang oleh aparat kepolisian ke Kantor Polsek Kunto Darussalam untuk dimintai keterangan.

“Setelah mendapatkan bukti dari hasil visum terhadap Melati di Rumah Sakit Awal Bros Ujungbatu, Selasa pagi (10/4) akhirnya Terduga MN mengakui bahwa dia yang sudah me “makan” Melati”, jelas DR yang masih menyewa di rumah kontrakan dengan lirih karena semakin bertambah beban hidupnya. Selain menghadapi kasus Melati juga harus membantu merawat serta membiayai ibunya yang lagi menderita sakit menahun.

DR ayah kandung Melati sangat berharap ada bantuan dari pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Rokan Hulu atau Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Rokan Hulu serta pihak lainnya untuk membantu menangani kasus Melati.

Hingga berita ini diterbitkan Kapolsek Kunto Darussalam belum bisa dikonfirmasi.

(M5F)