Antara Reward Dan Sanksi Diberhentikan Bagi Camat Di Kampar

0
770

Bangkinang Kota – Pemda Kampar akan memberikan reward atau hadiah kepada Camat yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Namun, bagi Camat yang tidak memberikan pelayanan prima akan diberikan sanksi. “kita suruh saja berhenti, masih banyak orang lain yang mampu dan mau”, ungkap Sekda Kampar.

Pemerintah Kabupaten Kampar berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Untuk mewujudkan pelayanan prima tersebut, para camat diharapkan dapat bekerja secara profesional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Drs. Yusri, M. Si kepada wartawan (13/04) sesuai memimpin rapat bersama para camat se – Kabupaten Kampar di aula Bapeda Kampar, (13/04) kepada wartawan, mengatakan, bahwa Pemda Kampar berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Para camat diharapkan dapat bekerja secara profesional dan maksimal.

Yusri menambahkan, kita menekankan kepada para camat agar memberikan pelayanan prima kepada masyarakat secara profesional dan maksimal. Kita harapkan para camat untuk menyelesaikan persoalan di bawah. Sehingga persoalan tidak menumpuk di Kabupaten, ungkap Yusri.

Kepada wartawan Yusri juga menjelaskan, bahwa indikator penilaian pelayanan masyarakat dapat diketahui, jika urusan masyarakat sedikit yang sampai di Kabupaten, maka pelayanan di kecamatan berarti baik. Tetapi jika urusan masyarakat banyak yang dibawa ke Kabupaten, berarti camat tidak bisa bekerja secara baik, ungkap Yusri.

Melalui media Yusri menghimbau agar para camat dapat menyelesaikan persoalan di tingkat bawah. Dalam menyelesaikan persoalan, camat dapat berkordinasi dengan para ninik mamak, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan stakeholder yang lain., ungkap Yusri.

Untuk mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat di tingkat kecamatan, maka saat ini Pemda Kampar sedang menghitung penganggaran kecamatan secara proporsional. Penganggaran dihitung berdasarkan jumlah penduduk, luas wilayah, keterjangkauan dan keterisoliran wilayah kerja, ungkap Sekda.

Dengan diberikan anggaran yang proporsional tersebut, para camat diminta bekerja secara profesional dan maksimal. Bagi para camat yang dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat akan kita berikan reward. Bisa jadi pemberian umroh kepada para camat tersebut. Namun bagi camat yang tidak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kita suruh mereka berhenti saja. “Masih banyak orang lain yang mampu dan mau, ” ungkap Yusri.(adi)