Aparat Desa Sukadamai Rohul Gencarkan Razia Cafe dan Warung Remang

0
974

ROKAN HULU(auramedia.co) – Guna menimalisir penyakit masyarakat (Pekat), aparat desa yang terdiri dari Pemerintah Desa (Pemdes) Sukadamai bekerjasama dengan Babinsa Koramil 08 Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), mengaktifkan razia cafe dan warung tuak.

Razia pekat yang sudah dilaksanakan selama dua malam, Rabu-Kamis malam di wilayah Dusun Durian Sebatang. Tim yang juga melibatkan BPD, RT dan RW serta Trantib Kecamatan Ujung Batu ini menyusuri satu persatu tempat hiburan malam. Kedatangan aparat desa, sontak membuat para pengunjung dan pengelola cafe dan warung tuak terkejut dan berhamburan keluar.

“Memang razia yang kami lakukan tidak terjadwal. Artinya kedatangan kami tidak mereka (pengelola cafe) ketahui, melihat aparat desa datang banyak juga dari pemilik cafe dan warung tuak langsung menutup tempat usahanya,” kata Babinsa Koramil 08 Ujung Batu, Kopda Musriadi kepada wartawan, Jumat (13/4/2017).

Razia terhadap tempat hiburan malam itu, kata Kopda Musriadi baru pertama dilakukan. Bekerjasama dengan pemerintah desa, BPD dan Trantib Kecamatan, razia dilakukan untuk menimalisir penyakit masyarakat.

Kendati baru pertama dilaksanakan, sambung Musriadi belum dilakukan penindakan baik kepada pemilik dan pengunjung hiburan malam, razia yang dilaksanakan masih sebatas teguran. “Kita beri mereka pemahaman agar tidak lagi membuka usaha hiburan malam, apalagi Rohul ini Negeri Seribu Suluk, tidak pantas hiburan malam ada di daerah ini,” tegasnya.

Untuk memberi efek jera terhadap para pengelola hiburan malam tersebut, lanjut Musriadi. Ia bersama Kepala Desa Sukadamai, Ramtani Rokan sepakat menyurati Polsek Ujung Batu ditembuskan ke Polres Rohul, pihak kecamatan yang ditembuskan ke Bupati Rohul, untuk meminta bantuan pendamping pihak desa, dalam menindak tempat hiburan malam tersebut.

“Jika teguran dari desa tidak diindahkan, tidak menutup kemungkinan akan ditindak. Dan kami juga akan melibatkan ustad perwakilan dari masjid minimal 2 orang, yang nantinya akan memberi siraman rohani bagi masyarakat yang berkunjung ke tempat hiburan itu,” jelasnya.

Lebih jauh diutarakan Musriadi, menjamurnya tempat hiburan malam ini, berdampak buruk terhadap akhlak masyarakat, juga memicu keributan dan kecelakaan.

“Kami berharap kerjasama dengan pihak terkait. Apalagi saat razia kemarin, kami menemukan pelayan cafe yang tidak sama sekali memiliki identitas kependudukan, dan rata-rata pengelolanya juga bukan warga Rohul,” bebernya.

Sumber: MC Riau