Karet Jadi Tumpuan Ekonomi Kabupaten Kampar

0
440

BANGKINANG KOTA – Keberadaan perkebunan karet di Kabupaten Kampar sudah lama berkembang sebagai perkebunan yang ramah lingkungan. Pasalnya, keberadaan perkebunan karet, selalu dikembangkan melalui praktek budidaya terbaik dan berkelanjutan.

Sebab itu, perkebunan karet terus bertumbuh, hingga menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Kabupaten Kampar.

Luasan perkebunan karet yang cukup besar di Kabupaten Kampar, menjadi bagian dari ekonomi yang selalu bertumbuh setiap tahunnya. Salah satu sumbangan ekonomi berasal dari perkebunan karet yang berkembang dengan pesat.

Keberadaan perkebunan karet sendiri, telah menjadi bagian dari lingkungan hidup yang menjaga keberlanjutan ekosistem didalamnya. Sebab, melalui perkebunan karet, lingkungan bisa terjaga dan tetap lestari.

Menurut Kadis Perkebunan H.Bustan yang didampingi Kasi Sarana Prasarana, Nuraini.SP.M.Si, pihaknya sudah membuat program peningkatan kesejahteraan petani, contohnya penyuluhan petani, pembinaan dan pembibitan karet, kemudian peningkatan dan kemampuan petani terutama petani karet. Dan teknik pembudidayaan petani,  ujarnya.

Dia mengatakan, Dinas Perkebunan Kampar telah melakukan bimbingan untuk para petani.

“Dinas Perkebunan juga telah membuat bimbingan dan kelompok tani. Bimbingan yang kami buat dari pembibitan sampai pasca panen” tambah Bustan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya telah membuat kelompok usaha bersama (KUB) di berapa wilayah di Kabupaten Kampar. Seperti, KUB Desa Pulau Jambu Kecamatan Kuok, KUB Desa Sentul Kecamatan Kampar Utara, KUB Desa Siabu Kecamatan Salo, KUB Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, KUB Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sahilan, KUB Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu, dan KUB Desa Simalinyang Kecamatan Kampar Kiri Tengah.

Satu Kelompok Usaha Bersama (KUB) terdiri 30 orang,  setiap KUB sudah diberikan bantuan dari Dinas Perkebunan. Adapun bantuannya seperti bibit karet, pisau motong, bak pembeku, zat pembeku, talang sadap, mangkok tampung, dan ring sadap.

Bustan mengimbau kepada petani karet agar meningkatkan produksi dan penghasilan petani karet. Dan jangan memasak karet dengan menggunakan pupuk, dinas menganjurkan supaya memakai asam cuka karena sudah diteliti oleh Dinas Perkebunan Kampar.

Masih kata Bustan, pihaknya sudah memberikan bantuan angkutan karet seperti motor roda tiga (viar) yang bersumber dari dana APBN 2017. Dan yang melaksanakan bantuan APBN ini adalah Pemerintah Provinsi Riau.

Bustam berharap kepada petani dengan adanya bantuan itu bisa meningkatkan dan memudahkan kerja petani karet.

Sementara itu, Bupati Kampar Azis Zaenal juga telah memerintahkan Kadis Perkebunan untuk memfasilitasi lahan dan perkebunan perusahaan dan masyarakat. Agar jangan ada permasalahan kebun masyarakat dengan perusahaan.

Dedi, salah seorang petani karet mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Dinas Perkebunan Kampar.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak Aziz Zainal dan Dinas Perkebunan Kampar yang telah memperhatikan para petani karet, dan juga memberikan bantuan-bantuan untuk kami,” ujarnya.

Dedi menambahkan, dengan bantuan yang diberikan Pemkab Kampar melalui Dinas Perkebunan, petani bisa meningkatkan produksinya.

“Dengan diberikan bantuan ke petani karet, kami bisa meningkatkan produksi kami dari minggu ke minggu,” kata Dedi.

Namun, dia meminta kepada Pemkab Kampar supaya senantiasa memperhatikan kesejahteraan para petani.

Kemudian, Pemkab Kampar hendaknya menggelar pelatihan di desa-desa yang ada di Kabupaten Kampar.

“Saya meminta ke Pemkab Kampar agar pelatihan dan bimbingan untuk petani, dibuat setiap kelompok-kelompok tani di desa-desa yang ada. Agar kedepannya para petani bisa meningkatkan produksinya minggu ke minggu,” tambah Dedi.

Sementara itu, Erwin salah seorang toke karet ketika dikonfirmasi, dia berharap kepada pemerintah supaya bisa menstabilkan harga karet.

“Kami, pembeli karet juga berharap kepada pemerintah, agar pemerintah bisa membantu petani dan juga pembeli karet. Kami juga meminta agar harga karet bisa distabilkan,” harap Erwin.

“Kalau harga karet stabil, maka petani karet juga lebih rajin menyadap karet dan bisa memproduksi karet lebih banyak. Kami selaku pembeli juga bisa sejahtera kalau para petani karet sejahtera,” ujarnya.

Erwin berharap supaya diberikan bantuan dari pemerintah kepada para toke-toke karet.

“Kami juga berharap agar pemerintah juga memberikan pelatihan dan bimbingan kepada para-para toke karet, dan juga meminta bantuan kepada pemerintah seperti timbangan, dan gerobak,” harapnya.(**)