Halte Minim di Pelalawan, Banyak Bus Berhenti Sembarangan

0
104

PELALAWAN(auramedia.co) – Kabupaten Pelalawan merupakan daerah perlintasan berbagai wilayah di pulau Sumatera seperti provinsi Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh yang ditempuh melalui jalan Lintas Timur. Tentunya, sebagai daerah perlintasan antar provinsi, maka jalan Lintas Timur menjadi jalur yang sangat padat dengan aktivitas lalulalang kendaraan bermotor khususnya angkutan bus perusahaan.

Hanya saja, akibat minimnya halte sebagai sarana untuk menurunkan para penumpang, maka banyak bus yang sesuka hati memberhentikan kendaraannya untuk menjemput dan mengantar karyawannya disembarang tempat khususnya di Ibukota Kabupaten Pelalawan yakni kecamatan Pangkalan Kerinci.

Kondisi ini tentunya sangat berpotensi menyebabkan terjadinya kemacetan dan paling fatalnya lagi bisa menimbulkan kecelakaan. Padahal, seharusnya perusahaan wajib menyediakan tempat berhenti busnya yakni halte, dimana salah satu satu syarat dalam perlengkapan jalan.

Informasi ini disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Pelalawan Amrizal Nasution, Selasa (24/4) di Pangkalankerinci. Katanya, sudah sangat lama bus -bus khususnya bus perusahaan yang beroperasi di Ibukota kabupaten Pelalawan ini menyediakan jasa jemput karyawan menggunakan bus.

” Tapi kenyatannya, selama ini bus milik perusahaan tersebut tidak menyediakan halte dan berhenti sesuka hati menjemput karyawan ditepi jalan yang bukan pada tempatnya,” ujarnya.

Lanjut mantan anggota DPRD Pelalawan periode pertama ini, dirinya menilai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan khususnya instansi terkait tidak ada keseriusan untuk menegur pihak perusahaan untuk menyediakan halte buat menjemput karyawannya.

” Padahal penyediaan halte ini sudah dituangkan ketentuan mengenai prasarana dan lalulintas jalan telah diatur dalam UU nomor 14 tahun 1992 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan peraturan pemerintah Nomor 43 tahun 1999 tentang prasarana dan lalu lintas. Jadi, jika permasalahan ini tidak diatasi secepatnya, maka hal ini tentunya dapat menimbulkan kemacetan, sehingga mengganggu arus lalulintas jalan raya serta dapat menimbulkan kecelakaan. Apalagi saat ini tingkat kecelakaan semakin meningkat. Sedangkan saat ini kan halte di Ibukota kabupaten Pelalawan (Pangkalan Kerinci,red) cuma ada dua yakni di SMA Negeri 1 Pangkalan Kerinci dan simpang Kualu. Untuk itu, atas nama masyarakat, saya berharap pemerintah bisa menegur pihak perusahaan untuk segera membangun halte pemberhentian buat karyawannya, agar tidak timbul tingkat kemacetan dan terjadinya potensi kecelakaan,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pelalawan H Tengku Ridwan Mustafa SH mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak perusahaan pemilik bus angkutan karyawan agar dapat membangun halte. Selain itu, pihaknya juga menekankan agar pemilik bus karyawan perusahaan ini dapat memfungsikan halte bus yang telah ada, sehingga tidak menaikan dan menurunkan karyawan disembarang tempat khususnya dijalan Lintas Timur Kota Pangkalan Kerinci.

” Jadi, sekali lagi kami minta dengan tegas agar pihak perusahaan pemilik bus karyawan ini dapat segera membangun halte dan memfungsikan halte tersebut untuk menaikkan dan merurunkan karyawan. Dan jika permintaan ini tidak tidak ditanggapi, maka dalam waktu dekat ini kita akan menggelar razia untuk menertibkan dengan menilang bus perusahaan yang berhenti sembarangan bukan pada tempatnya atau tidak di Halte bus,” pungkasnya.

Sumber: MC Riau