Langgar Wilayah Udara, TNI Paksa Turun Pesawat Tak Dikenal

0
699

PEKANBARU (auramedia.co)– Dari pantauan radar Kosekhanudnas III dilaporkan bahwa terdapat satu pesawat tak dikenal yang melanggar wilayah udara Riau.

Selanjutnya pesawat tempur Hawk 100/200 dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin diperintahkan mengudara untuk melaksanakan identifikasi.

Sementara proses identifikasi berlangsung, seluruh unsur yang berada di Lanud Roesmin Nurjadin pun diperintahkan untuk bersiaga.

Karena tidak mengindahkan imbauan untuk keluar dari wilayah udara Riau, maka pesawat tempur Skadron Udara 12 dengan call sign ‘Panther Flight’ mendapatkan perintah untuk melaksanakan ‘Force Down’ di Lanud Roesmin Nurjadin.

Setelah di ‘Force Down’, selanjutnya tim intelijen Lanud Roesmin Nurjadin melakukan interogasi kepada pilot dari pesawat asing tersebut guna mendapatkan data dan informasi yang diperlukan.

Ini bukanlah kejadian nyata, namun hanya skenario dalam latihan ‘Force Down’ yang digelar oleh Lanud Roesmin Nurjadin sebagai bagian dari ‘Latihan Bido Gesit 2018’, Selasa (24/4/2018).

Latihan Bido Gesit 2018 sendiri dilaksanakan sejak Senin (23/4/2018) dan akan berakhir Rabu (2/5/2018) mendatang dengan melibatkan ratusan personel Lanud Roesmin Nurjadin yang terdiri dari seluruh unsur yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin.

Kadis Ops Lanud Roesmin Nurjadin Kolonel Pnb Jajang Setiawan selaku Wakil Direktur Latihan (Wadirlat) menyampaikan bahwa latihan Bido Gesit ini merupakan latihan yang digelar satuan untuk menghadapi kontijensi yang mungkin terjadi, dimana latihan ini sendiri terbagi dalam dua tahap yaitu Latihan Posko dan Manuver Lapangan

Ditambahkan Kadis Ops, tujuan latihan ini adalah untuk menguji dan meningkatkan kemampuan serta kesiapan segenap unsur dalam jajaran Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin yang tergabung dalam Satgas Hanud, Satgas Tempur, Satgas Dukungan Tempur maupun Satgas Paskhas dalam melaksanakan operasi udara dan dukungan operasi.

“Beberapa materi yang dilatihkan dalam latihan Bido Gesit ini, diantaranya seperti Scramble, intercept, Force Down, Operasi Udara, kemudian penanganan kondisi Emergency, pertahanan pangkalan, pengamanan Alutsista dan penanganan bahaya kebakaran serta SAR Tempur,” jelas Kadis Ops.

Sementara itu Danlanud Rsn Marsma TNI TBH Age Wiraksono SIP MA menyampaikan kepada seluruh personel yang terlibat dalam latihan, untuk melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggungjawab.

“Yang utama adalah, kedepankan faktor safety, keamanan dan kewaspadaan, serta selalu berdoa memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa agar seluruh rangkaian latihan dapat berjalan dengan aman, lancar dan tanpa kendala,” pesan Danlanud.

Sumber : mediacenterriau.go.id