Pemkab Kampar Serius Tingkatkan Mutu Pendidikan Kampar

0
130

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Pemerintah Kabupaten Kampar dibawah kepemimpinan Bupati Kampar, H Azis Zaenal dan Catur Sugeng Susanto, program pendidikan menjadi program utama dalam pemerintahannya.

Bupati Kampar, Azis Zaenal mengakui mutu pendidikan di Kabupaten Kampar masih cukup memprihatinkan, itu semua terbukti dengan susahnya mencari orang teknokrat, insinyur, dan lainnya.

“Artinya, orang-orang kita masih belum mampu bersaing karena mutu pendidikan kita masih berada di bawah rata-rata akibat cara dan sistem yang kita lakukan masih salah, untuk itu kedepannya saya akan memberikan nilai ukuran keberhasilan guru agar kita tetap konsisten untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Kampar,” ujar Azis Zaenal beberapa waktu lalu di Bangkinang.

Untuk pada hari Kamis (26/4/2018) Bupati Kampar itu melakukan penyegaran dalam dunia pendidikan Kampar dengan melakukan pelantikan dan pengukuhan kepada ratusan Kepala Sekolah baik kepala TK, SD dan SMP.

Pengukuhan ini diharapkan membawa perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan Kampar.  Menurutnya, kunci untuk peningkatan mutu pendidikan perlu 4 hal dilakukan yaitu Perlu komunikasi Guru bersama Kepsek, Guru bersama guru, Guru bersama wali Murid dan Guru bersama tokoh masyarakat.

Dia mengajak para guru dan kepala sekolah untuk menjadikan tugas dan tanggung jawab sebagai ladang amal ibadah. ”Jangan hanya mencari kesenangan sesaat dengan memanfaatkan dana pendidikan untuk kebutuhan pribadi yang akan berakibat pada kehancuran pendidikan di Kabupaten Kampar,” kata Azis.

Pada kesempatan tersebut, Azis juga meminta para Kepala Sekolah untuk transparan dan akuntabel dalam penggunaan Dana Bos  karena itu semua harus digunakan untuk kemajuan pendidikan, jangan sampai diselewengkan dan digunakan untuk keperluan pribadi agar pendidikan Kampar maju sebagaimana yang diharapkan.

“Tolong, penggunaan dana bos secara transparan, jangan disimpan dan disembunyikan untuk pribadi,” tegas Azis.

Orang nomor satu di Kabupaten Kampar itu mengaku prihatin melihat infrastruktur sekolah-sekolah yang masih tertinggal. “Saya sangat miris bersama kadis pendidikan melihat bangunan sekolah yang ada di Kampar sangat buruk, banyak bangunan yang sudah kusam,” ungkapnya.

Untuk itu dia berjanji akan turun ke sekolah-sekolah untuk melihat langsung keadaan dan bangunan sekolah. “Saya akan mengecek bangunan sekolah yang ada di Kampar bersama kadis Pendidikan, Inspektorat. Saya sangat miris masih melihat bangunan-bangunan sekolah yang sudah kusam dan buruk, kita harus memberikan pencerahan kepada Kepala sekolah,” imbuhnya.

Melihat perkembangan Pendidikan Kampar yang masih tertinggal dengan Kabupaten-kabupaten lain di Provinsi Riau, Azis berjanji akan mendongkrak mutu pendidikan Kampar.

“Kampar di posisi 214 se-Indonesia dari 700 an kabupaten. “Posisi ini sangat tidak menyenangkan, Ini merupakan tugas kita bersama. Mari kita rubah mindset kita bersama untuk membangun pendidikan yang lebih baik di kampung kita ini,” pungkas Azis.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kampar, Santoso Spd, MPd diruang kerjanya, Kamis (26/4/2018)  mengatakan bahwa dirinya komit dalam meningkatkan pendidikan Kabupaten Kampar.

Lebih lanjut Santoso mengatakan, dengan kondisi APBD Kampar yang mengalami defisit dan terus mengalami kekurangan, maka Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar berupaya untuk memperjuangkan Bankeu dari provinsi Riau dan anggaran dari pusat. “Kita berharap pendidikan Kampar maju dan memiliki mutu serta kualitas yang baik,” ungkapnya.

Terkait pengukuhan ratusan Kepala Sekolah beberapa waktu lalu, dia berharap dengan pengukuhan Kepala Sekolah (Kepsek) itu menjadi motivasi bagi Kepsek untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.

“Selama ini banyak kepala sekolah terlena, tidak peduli terhadap sekolah, mindsetnya tidak berubah, banyak orang menjadi kepsek untuk mencari nama saja, menjadi kepala sekolah harus bertanggung jawab, dia harus memimpin sekolahnya menjadi baik,” ujar Santoso.

“Apalagi ikrar sumpah yang diucapkan kepala sekolah tadi ada tujuh, kita buat demikian agar mereka mematuhi itu, dan nanti akan kita evaluasi termasuk penggunaan dana BOS disekolah yang saat ini penggunaan dana tersebut tidak maksimal,” sambungnya.

Menurut mantan Kepala BPBD Kampar itu, saat ini tugas kepala sekolah dengan Peraturan Menteri pendidikan yang baru, bahwa kepala sekolah murni menjadi pemimpin disekolah, mereka fokus hanya untuk menjadi kepala sekolah, sebab dulunya kepala sekolah diberi tanggung jawab diharuskan mengajar.

“Ada tiga tugas pokok tanggung jawab kepala sekolah saat ini, dia harus menjadi manajer, entreprenurship, dan supervisi terhadap guru-guru di sekolah,” jelas Santoso.

Ditambahkannya, tugas menjadi manajer tersebut termasuk administrasi, kenaikan pangkat dan sebagainya, dimulai penggajian, penegakan disiplin, surat menyurat, kini telah menjadi tanggung jawab kepala sekolah tersebut.

“Saat ini UPTD sudah tidak ada lagi, karena telah dibubarkan, maka tanggung jawab kepala sekolah saat ini berat, maka kita harapkan menjadi kepala sekolah harus bisa menjadi pemimpin yang cerdas, baik dan bertanggung jawab,” tutup Santoso.(Adv)