Sudah Malam, Muda-mudi Berseragam Sekolah Masih Berkeliaran

0
1272

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Ada pemandangan yang tak biasa tampak sepanjang jalan sekitaran Kota Bangkinang. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 wib, anak sekolah yang memakai seragam masih berkonvoi-konvoi di sepanjang jalan.

Pantauan auramedia di Taman Kota Bangkinang, Kamis malam (3/5/2018), ratusan pelajar yang seragamnya dicoret-coret melepaskan kebahagiaan mereka menandakan mereka telah lulus dari Sekolah.

Sebelumnya, SMA yang saat ini merupakan wewenang dari Provinsi, mengumumkan kelulusan pelajar di tiap-tiap sekolah. Namun, apakah kebahagiaan kelulusan sekolah itu harus dirayakan dengan berkonvoi berpasang-pasangan ? Siapakah yang bertanggungjawab ketika ada sesuatu hal terjadi di jalanan ?

Menanggapi hal ini, Mantan Ketua PWI Kampar, Aprizal SE sangat sedih dengan sikap para pelajar yang masih berkeliaran berpasang-pasangan. “Ini tentunya tidak baik, mereka kan pelajar. Seharusnya mereka sudah dirumah disaat malam hari bersama orang tua,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk merayakan kelulusan sekolah itu tidak perlu mencoret-coret baju sekolah dan berkonvoi dengan lawan jenis, apalagi sampai dimalam hari.

“Untuk meluapkan kegembiraan masih banyak hal positif yang masih bisa dilakukan oleh generasi penerus bangsa ini seperti syukuran bersama keluarga dan bersama teman-teman,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan berkeliaran dimalam hari tentunya membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Informasi yang saya dapat, barusan sudah ada pelajar kecelakaan dijalan lintas Bangkinang-Pekanbaru. Siapakah yang akan bertanghungjawab akan hal ini ?,” ucap Aprizal bertanya.

“Nah, ini menjadi pekerjaan kita bersama untuk selalu mengawasi dan menjaga anak-anak kita terutama orang tua. Selalu awasi anak kita, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kampar dari Fraksi Gerindra Zumrotun, Ssos mengaku prihatin melihat kondisi yang seperti ini. Menurutnya, orang tua harus tanggap akan hal ini sebab sekarang ini bukan jam sekolah.

“Tentu ini bukan menjadi tanggungjawab orang tua saja, semua pihak harus merasa punya tanggungjawab untuk mendidik anak-anak kita, baik pemerintah, dinas terkait, uptd dan sekolah,” kata Ketua Komisi II DPRD Kampar itu.

(NDs)