Ribuan Jamaah Tariqat Naqsyabandiyah Darussalam Hadiri Tabliq Akbar Dan Tawajuh Bersama

0
95

Bangkinang Kota – Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM Hadiri Tabliq Akbar dan Tawajjuh bersama jamaah tariqat naqsyahbandiyah Darussalam Provinsi Riau dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramdahan 1439 H/ 2018 M di Mesjid Al-Ikhsan Markas Islamic Centre Bangkinang Sabtu (05/05). Tabliq dan tawajuh akbar tersebut dihadiri ribuan jamaah Tariqat Naqsyabandiyah Darussalam asuhan Mursyid H. Ala Iddin Athory Aidarus, LC.

 

Didampingi Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kampar H. Alfian M.Ag serta Forkopimda Kabupaten Kampar, Azis Zaenal  dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kampar adalah negeri serambi mekah Provinsi Riau.  Dalam menyambut bulan suci ramadhan ini, mari pererat ukhuwah islamiah antara pemerintah Kabupaten kampar, tokoh agama, tokoh masyarakat serta cerdik pandai dan mari kita perkuat iman dan taqwa kepada Allah Swt.

Bupati Kampar juga mengajak dan menghimbau dengan datangnya Ramadhan mari kita perbanyak syiar islam dengan menuaikan ibadah, ramaikan mesjid, dengan membaca Al Qur’an dan tentu saja dengan berpuasa, iman kita semakin kuat, selalu bertaqwa kepada Allah Swt dan dengan demikian Kabupaten Kampar akan menjadi Kabupaten yang
baldatun thayyibah wa Rabbun gafur (negeri yang indah penuh ampunan Tuhan).

 

Bupati Kampar juga mengucapkan terima kasih atas penyelenggaraan acara ini mudah-mudahan Kabupaten Kampar mendapatkan berkah.

Penceramah DR H Tengku Zulkarnain MA Waka Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta dalam tausiahnya mensyiarkan tentang kekuatan dan kehebatan iman manusia. Sedangkan Zikir dipimpim oleh Syekh H Alaidin Aidarus Ghani Lc pimpinan jamaah Tariqat Naqsyabandyah Darussalam Provinsi Riau.

 

Sementara itu, Mursyid Tariqat Naqsyabandiyah Darussalam Provinsi Riau, H.  Ala Iddin Athory Aidarus, LC mengatakan,  bahwa jamaah tariqat na’syabandiyah Darussalam berkeinginan agar Kampar dapat menjadi daerah yang baldatun   Warobbur qofur.

Pondok Pesantren Darussalam merupakan pagar bagi jamaah tariqat naqsabandiyah. Karena dalam beramal kita mesti memiliki ilmu.  Orang yang beramal dan beribadah tanpa memiliki ilmu akan bisa sesat,  ungkap Abuya Ala Iddin. (adi jondri)