Kinerja Tak Bagus, Sekda ‘Berang’ di Dinas Lingkungan Hidup

0
1452

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Guna mengecek kebersihan kota, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Drs Yusri Msi berkeliling di Kota Bangkinang selama dua minggu. Dia menilai, kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar ‘tak bagus’ karena masih banyaknya sampah berserakan.

“Saya keliling kota Bangkinang guna mengecek kebersihan kota, masih banyak sampah berserakan, ini pertanda kinerja Dinas Lingkungan Hidup menurun, padahal Kampar bertekad untuk meraih Adipura, bukan adipura-pura,” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar Drs Yusri M.Si saat Apel pagi di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, Selasa (8/5/2018).

Sekda Kampar itu menjelaskan, hal ini terjadi karena kurangnya pengawasan, jika pengawasan terus dilakukan maka ini tidak akan terjadi, namun bukan itu saja perencanaan dan target kerja juga harus diperhatikan, jam berapa mulai bekerja, jam berapa istirihat serta sampai dimana penyelesaian tugasnya.

“Yang terpenting adalah kedekatan emosional antara petugas dilapangan dan pengawas, hal ini tidak lah sulit untuk dilakukan dengan mengajak sarapan bersama selesai bekerja, berkomunikasi dengan petugas lapangan apa kendala, berikan solusi, berikan masukan, karena tugas pimpinan itu bukan hanya memberikan perintah namun juga mampu mengayomi bawahan,” ujar Yusri.

Terkait dengan kebersihan kota, Sekda mengajak agar bekerja dengan sungguh-sungguh untuk kemajuan masyarakat Kampar, karena kebersihan kota merupakan salah satu kunci dari keberhasilan kita dalam mengayomi masyarakat agar selalu menjaga lingkungan.

“Jika kita saja tidak bisa melakukannya bagaimana kita bisa memberikan himbauan kepada masyarakat sebab bagi masyarakat, kita selaku penyelenggara Pemerintah dituntut untuk mampu memberikan contoh yang baik bagi masyarakat dan jika itu sudah kita lakukan maka masyarakat akan mengikuti langkah-langkah baik tersebut,” tegas Yusri.

Dijelaskannya, Pemkab Kampar tidak kekurangan petugas kebersihan dilapangan, bahkan kalau dikalkulasikan 237 petugas itu sangat banyak, namun yang perlukan penempatan petugas, pengawasan, pendekatan dan implementasi penyelesaian kerja setiap hari.

“Bupati Kampar menginginkan jangan sampai tahun ini kita hanya mendapatkan sertifikat Adipura namun kita akan raih Piala Adipuranya yang memang terbukti dengan bersihnya lingkungan, tertibnya tata kota kita dan ini berkelanjutan, bukan Adipura-pura,” tutup Yusri dengan tegas.(**)