Tak Diterima di Kampung Halaman, Jenazah Napi Teroris Mako Brimob Dimakamkan di Kampar

0
1881

RIAU(auramedia.co) – Terpidana kasus terorisme, Abu Ibrahim alias Beny akhirnya dibawa ke rumah saudaranya di Provinsi Riau menyusul adanya penolakan dari warga di kampung halamannya di Nagari Malai Limo Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Jenazah Benny tiba di Desa Pandau Jaya, Siak Hulu, Kampar, Riau sekitar pukul 08.00 WIB. Jenazah tersebut dibawa mobil ambulans dari Rumah Sakit Kramajati, Jakarta Timur.

Sampai di Pandau Jaya, jenazah disambut isak tangis keluarga. Banyak warga yang menyaksikan kedatangan jenazah yang tewas saat kerusahan di Mako Brimob Kelapa Dua beberapa waktu lalu.

Usai di rumah keluarga, pada siang hari jenazah dibawa ke Musalla Al-Ikhlas Pandau Jaya untuk disalatkan. Usai disalatkan, warga langung membawa jenazah ke tempat peristirahatan terakhir di TPU (Tempat Pemakaman Umum Pandau Jaya, Jalan Purwosari, Pasir Putih, Siak Hulu.

“Kita tetap terima jenazah untuk dimakamkan. Beny juga pernah tinggal di sini,” ucap Kepala Desa Pandau, Firdaus Roza, Minggu (13/5/2018).

Firdaus mengatakan, sebelum kedatangan jenazah, ada juga sebagian kecil warga yang melakukan penolakan. Namun, setelah dilakukan pendekatan, akhirnya sebagian warga bersedia memakamkan jenazah di Pandau Jaya.

“Setelah dilakukan pendekatan, semua warga sepakat untuk memakamkan jenazah di sini. Dia juga merupakan orang Pandau Jaya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, beberapa lalu terjadi kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Dalam kerusuhan yang dilakukan terpidana terorisme itu menyebabkan lima anggota polisi tewas. Sementara dari pihak napi satu tewas yakni Beny. Dugaan awal kerusuhan yang dibarengi penyanderaan dikarenakan masalah makanan.

Beny ditangkap pihak Densus 88 pada 23 Oktober 2017.  Selain Beny, pihak Densus juga menangkap rekannya Yoyok Handoko, Wawan alias Handoko Kurniawan.

Sumber: sindonews.com