Usai Sholat Jumat, Tujuh Orang Masuk Islam di Mesjid An-Nur

0
1181

PEKANBARU(auramedia.co) – Dipimpin Ustazd Zulkarnain Umar, tujuh orang nyatakan diri menjadi mualaf (masuk Islam) di Mesjid An-Nur usai Sholat Jumat. Prosesi pengislaman tersebut juga disaksikan seribuan jemaah yang antusias menyaksikan ‘datangnya’ saudara muslim baru tersebut.

Ketujuh orang baru saja mengucapkan dua kalimat syahadat tersebut yakni, N Yuli Eliyati, Gabriel Cristin Natalia Tampubulon, Maria Cristin Natalia Tampubulon, Esa Kasih Setiawati Tampubulon, Hendri Royhot Sinambela, Budi Antono dan Rinimas Gaho.

“Tidak ada yang memaksa atau karena sesuatu. Ini murni karena keinginan kami yang memang menyadari tiada Tuhan Selain Allah,” kata Yuli Eliyati, menjelang prosesi pembacaan dua kalimat syahadat, Jumat (18/5/18).

Hendri Royhot Sinambela juga menyatakan yang sama, bahwa niat dirinya masuk Islam sepenuhnya karena kesadaran. Karena itu, Islam agama yang benar merupakan keyakinan barunya saat ini.

Sementara Ustazd Zulkarnaen Umar sendiri berharap, ketujuh orang mualaf yang baru saja memeluk Islam tersebut, benar-benar menjadi muslim dan muslimah yang teguh dan kuat sampai akhir hayat.

Usai prosesi pengislaman berjalan, para jemaah Mesjid An-Nur lalu antusias menyalami para mualaf. Setelah itu diharapkan juga, agar dapat aktif di perkumpulan mualaf center, untuk mendapatkan bimbingan agama.

Sebelum prosesi pengislaman ini, terlebih dahulu dilaksanakan sholat Jumat. Bertindak sebagai penceramah, Ustadz Abdul Somad (UAS).

Dalam ceramahnya, UAS menyatakan hari kedua bulan puasa yang dijalani hari ini merupakan pertemuan hari dan bulan baik. Yakni, antara induk segala bulan, yakni Ramadhan dan Jumat induk dari segala hari.

Bulan Ramadhan yang juga dikenal sebagai bulan pengampunan, bulan rahmat ini sebaiknya dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik pula. Yakni dengan memperbanyak tadarus, sadakah, memperbanyak istiqhfar, memperbanyak mengagungkan nama-nama Allah.

Menahan rasa haus dan lapar hanya hanya sebagian kecil dari ujian yang diberikan oleh Allah SWT saat melaksanakan ibadah puasa. Namun jika dipahami, terkandung makna bagaimana umat muslim dituntut perduli atas nasib orang lain yang hari ini nasibnya belum tentu seberuntung yang lainnya.

“Setiap nikmat yang diberikan Allah SWT pasti dipertanggungjawabkan. Umur yang diberikan kamana saja dilakukan, semua anggota tubuh kita akan menjadi saksi,” ujar Somad dalam tausiahnya.

Sumber: MC Riau