Safari Ramadhan di Muara Uwai, Bupati : Pembangunan Tepat, Masyarakat Sejahtera

0
639

BANGKINANG(auramedia.co) – Rombongan tim 1 Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar yang dipimpin Bupati Kampar, H Azis Zaenal melaksanakan safari ramadhan perdana di Mesjid Jami’ Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang, Selasa malam (22/5/2018).

Kehadiran Bupati ini didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Drs Yusri, MSi, Anggota DPRD Kampar, Hendra Yani, Kapolres Kampar, AKBP Andri Ananta Yudhistira, SIK, MH, Wadanyon 132 Bima Sakti, Mayor Kembaren, Dandim 0313/KPR, Letkol Beni, Kemenag Kampar, Hakim Pengadilan Agama Bangkinang, Mulyas, Asisten 1, Ahmad Yuzar dan Staf Ahli Bupati, DR Aliman Makmur.

Selain forkopimda itu, Bupati juga didampingi oleh OPD-OPD dilingkungan Pemkab Kampar diantarnya Kasatpol PP Kampar, Hambali, Kadis PUPR Kampar, Afdhal, ST MT, Plt Kepala Bappeda Kampar, Fadli Muchtar, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Mahadi, Kepala Dinas Perindustrian Kampar, Syamsul Bahri, Kadis Pendidikan, Santoso, Kepala Inspektorat, Muhammad, Kepala BPBD Kampar, Drs Yasir, Sekretaris Disdulcapil, Muslim, Plt Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu, Tarmizi, Dirut RSUD Bangkinang, Dr Andri Justian, Kabag Kesra, Sasminedi, Kadis Ketahanan Pangan, Khalidah, Kepala Dinas Perdagangan, Zamzami, Camat Bangkinang, Amir Luthfi dan Kades/Lurah se-Kecamatan Bangkinang.

Dalam sambutannya, Azis Zaenal mengawali dengan memperkenalkan semua Tim Safari Ramadhan kepada masyarakat Desa Muara Uwai. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar masyarakat bisa tahu yang mana pejabat-pejabat Kampar.

Lebih lanjut Azis berharap agar pembangunan yang dilakukan khususnya di desa-desa harus tepat sasaran agar masyarakat bisa merasakan adanya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah.

“Pembangunan tepat, masyarakat sejahtera,” ungkap Azis.

Dijelaskan orang nomor satu di Kabupaten Kampar itu, bahwasanya APBD Kampar cukup besar masuk ke Kecamatan Bangkinang selama kepemimpinannya yaitu sebesar Rp8,3 milyar. “Itu baru APBD Kampar saja, kalau ditambah dengan APBDes dengan jumlah 7 desa berkisar Rp18 milyar. Dengan uang sebesar itu, kalau pembangunan masih lamban ‘ndak dapek caro le'(tidak tahu harus bagaimana lagi),” kata Azis.

Untuk itu, jika ada pembangunan, Azis menyarankan agar Kepala Dinas dan kepala desa berembuk terlebih dahulu untuk membahas pembangunan-pembangunan mana yang prioritas yang harus disegerakan.

(NDs)