Merasa Diteror Aparat, Masyarakat Desa Pulau Birandang Kirim Surat Terbuka ke Presiden

0
1787

KAMPAR(auramedia) – Merasa di teror oleh oknum pihak kepolisian, Masyarakat Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, layangkan surat terbuka kepada Presiden, Kapolri, Divisi Humas Polri dan Kapolda Riau.

Masyarakat Riau saat ini sudah cukup resah dengan aksi teroris. Permasalahan teroris belum terselesaikan, namun muncul aksi teror baru. Kali ini, atas nama persatuan pemuda dan masyarakat Desa Pulau Birandang, mengaku mendapat aksi teror, namun bukan di teror oleh teroris tetapi mereka merasa diteror oleh pihak kepolisian bersenjata lengkap.

Dalam surat tersebut terdapat dua nama anggota brimob atas nama Brigadir M.Rafiq dan Bribka Iskandar .

Dalam surat tersebut mengatakan bahwa anggota polri ini menteror masyarakat menggunakan senjata laras panjang  membantu pihak PT. SPS untuk merenggut tanah/kebun milik masyarakat.

“Tanah/kebun tersebut adakah mata pencarian kelangsungan hidup kami sehari-hari, apakah kami tidak berhak untuk mendapatakan keamanan, kenyamanan, ketenangan di tanah kelahiran kami ini. Untuk mencari kelangsungan hidup saja kami di teror dengan senjata laras panjang, mana janji negara ini bapak presiden yang katanya kesejahteraan, ketenangan, keamanan, keselamatan, dan keadilan di lindungi oleh negara, sementara kami mendapatkan teror tersebut,” ujar warga Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa, Kampar, Putra Patebe kepada auramedia menyampaikan isi surat tersebut di Bangkinang, Rabu (23/5/2018).

Kemudian, Putra Patebe menjelaskan di dalam surat itu, masyarakat Desa Pulau Birandang mengajukan tiga pertanyaan yaitu :
1. Apakah pihak kepolisiaan ini sudah dialih tugaskan untuk menteror rakyat dan merampas tanah masyarakat dengan senjata?
2. Apakah tugas kepolisiaan hanya melindungi kaum kapitalis/pihak perusahaan?
3. Apakah kami tidak bisa mendapat kesejahteraan, ketenangan, keamanan, keselamatan dan keadilan bagi seluruh rakyat indonesia yang tercantum dalam sila ke 5 ?

Diakhir penutupan surat terbuka tersebut, berisikan permohon perlindungan kepada Presiden.

“Kami sangat bermohon kepada Bapak Presiden untuk mendapat keadilan karena kami merasa ketakutan dan tidak tenang dengan aksi para kepolisian ini. Kami bukan teroris, kami hanya rakyat biasa yang ingin tetap hidup dan merasa nyaman untuk mencari makan, dan kelangsungan hidup saja kami merasa sudah tidak tenang. Besar harapan kami dari persatuan pemuda masyarakat Desa Pulau Birandang untuk mendapatakan perlindungan,” tutup Putra Patebe.

(DWs)