Firdaus Kunjungan ke Kampung Asli Melayu

0
270

RENGAT(auramedia.co) – Mengisi hari-hari saat berpuasa di Indragiri Hulu khususnya kota Rengat, calon Gubernur Riau Dr H Firdaus ST MT beserta tim menyempatkan diri untuk melakukan silaturrahmi dengan tokoh masyarakat, pemuda atau langsung masyarakat baik di Pasar, jumpa dijalan maupun bertemu usai melaksanakan shalat Zuhur berjamaah di Mesjid.

Perjalanan silaturrahmi walikota Pekanbaru yang sedang cuti ini didampingi ketua DPW PBB Riau Ramli, ketua DPC Partai Demokart Inhu Arwan Cutra Jaya, sekretaris Demokrat Inhu Supri Handayani.

Perjalanan akhirnya sampai ke tiga desa yang berada di seberang Kota Rengat. Rantau Mapesai, Kampung Pulau dan kelurahan Kampung Besar Seberang. “Daerah ini sama dengan tanah kelahiran saya di Bangkinang Seberang. Saya seperti berada di kampung sendiri, ucap Firdaus.

Menurutnya, daerah seberang Rengat ini punya potensi yang besar, tinggal kedepan secara bersama baik provinsi ataupun kabupaten bersinergi untuk membuat perencanaan yang dapat mengarah pada pembangunan dan kemajauan daerah tersebut.

Firdaus menyatakan bahwa saat dirinya menjadi Kadis PU Riau dahulu sudah pernah direncanakan pembangunan jalan di seberang Rengat tersebut dengan akses dari Sorek dan berujung ke Tembilahan. Namun sayang belum ada progres kelanjutan.

Walikota terbaik se Indonesia ini juga menyampatkan diri membesuk orang tua dari ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Syahril Abu Bakar yang sedang sakit usai pulang dari Umroh di Kampung Besar Seberang dan bertemu langsung dengan ibu yang di tuju, Hj Murni (72).

“Saya sudah tahu dengan pak Firdaus, beliau walikota dua periode, mantan Kadis PU Riau. Insha Allah saya tidak ragu dengan beliau. Saya terima kasih sudah dibesuk. Sakit ini biasalah, saat orang pulang Umroh, ada perubahan cuaca, jelas ibu mertua ketua LAM Riau ini.

Dirinya dan keluarga akan mendoakan yang terbaik bagi Firdaus dan juga meminta agar Firdaus juga bisa berbuat yang terbaik bagi Riau nantinya jika terpilih sebagai Gubernur Riau.

Firdaus juga berkesempatan mengunjungi warga yang menjual Takjil atau jajanan jelang berbuka puasa dan ikut membeli makanan dan minuman berbuka yang cukup banyak. “Saya dan kawan kawan ingin mencoba makanan khas Inhu yang langsung dibuat oleg masyarakat dan semua ada dalam jajanan pebukaan,” tambahnya.

Sumber: MC Riau