Rektor UIR Bersama Pimpinan PTS se Riau  Deklarasikan Lawan Radikalisme dan Terorisme

0
138

PEKANBARU(auramedia.co) – Rektor Universitas Islam Riau Prof. Dr. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L bersama Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta se Provinsi Riau menanda-tangani Deklarasi Melawan Radikalisme dan Terorisme. Kegiatan yang berlangsung Jum’at sore (8/6) jelang berbuka itu berlangsung di Kampus Universitas Lancang Kuning Pekanbaru, dan difasilitasi oleh APTISI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) Wilayah X-B Riau.

Sebelum deklarasi ditanda-tangani, Ketua APTISI dr. H. Zainal Abidin, MPH terlebih dahulu membacakan naskah deklarasi dihadapan Kapolda Riau Irjen Pol Drs. Nandang, Danrem 031/WB Brigjen TNI Soni Aprilianto, Kepala Badan Intelijen Daerah Rakhman Haryadi, Presiden dan Gubernur BEM masing-masing perguruan tinggi. Hadir juga Kepala Balitbang Provinsi Riau, Dra. Hj. Arbaini bersama Kesbangpol. Dalam deklarasi itu, Pimpinan PTS se Riau secara tegas menyatakan melawan segala bentuk tindakan radikalisme dan terorisme. 

Usai penanda-tanganan Kapolda Nandang mengajak seluruh komponen bangsa bersama-sama mewujudkan kemanan di Provinsi Riau. Ia menyebutkan, paham radilisme telah dimulai saat anak-anak berada di bangku sekolah lanjutan atas, dan berlanjut hingga ke perguruan tinggi. Tugas universitas, kata Nandang, adalah bagaimana supaya paham tersebut tidak berkembang. 

”Harus selalu ada komunikasi harmonis dan terarah antara mahasiswa dengan dosen. Termasuk memperhatikan perilaku mahasiswa,” ujar Kapolda.

Penganut paham radikalisme, menurut Nandang, cenderung bersifat tertutup. Dan, sifat itu jauh dari jatidiri seorang mahasiswa. Dosen diharapkan tidak hanya dapat mengajar di bangku kuliah melainkan selalu memberi perhatian kepada mahasiswa baik ketika berada di kampus maupun di luar kampus. ”Terorisme merupakan ancaman bagi kita semua dan siapapun bisa terpengaruh olehnya,” tambah Nandang.

Rektor UIR mengaku senang dapat menjadi bagian dari gerakan melawan radikalisme dan terorisme. Sesungguhnya, ucap Rektor, ajaran Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan tindakan radikal dan teror. Kampus harus dijadikan sebagai tempat syurganya ilmu pengetahuan dan teknologi serta berperadaban bagi civitas akademika.

”Kami mendukung langkah-langkah dan upaya kepolisian dalam membongkar dan menangkap terduga terorisme. ”Kita sampaikan apresiasi dan rasa salut yang luar biasa kepada kepolisian atas kinerja membongkar dan menagkap pelaku terduga terorisme,” tegas Syafrinaldi usai deklarasi kepada wartawan.

Selain Syafrinaldi, ikut pula dalam deklarasi Rektor Universitas Lancang Kuning Dr. Hj. Hasnati, S.H., M.H, Irman Effendi dari AMIK MITRAGAMA, Susandiri, MKom (STMIK AMIK Riau), dr. H. Zainal Abidin (STIKES Hangtuah), Dr. Hendriko, Hulaimi (STIH Persada Bunda), Dr. Arlisman Adnan, M.Sc (Universitas Abdurrab), Ikhsan Syarkawi, MKom (Direktur AMIK Tri Dharma), Beni Sukri SH., M.H (STIH Persada Bunda), Ir, Hj, Elfi Indrawanis, MM (Rektor UNIKS), Tomy Fitrio, SE., MM (STIE Indragiri), Agus Salim (STIKES Awal Bros, Julianto (AMP), Dr. Adolf Bastian, MPd, Ahmad Hanafi, Raja Indra Irawan, dan lain-lain.**