Perusahaan Perkebunan Kembali Lecehkan Undangan Bupati Kampar

0
684

BANGKINANG KOTA(auramedia.co) – Rapat koordinasi membangun Kerjasama/Kemitraan antara pemkab Kampar, Perusahaan Perkebunan, BPC HIPMI Kampar dan Politeknik Kampar hanya dihadiri 8 perusahaan saja. Padahal Pemkab Kampar sudah mengundang 70 lebih perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kampar.

Ini bukan kali pertama terjadi perusahaan mengacuhkan undangan Bupati Kampar. Sebelumnya di acara FGD yang diselengarakan di Politeknik Kampar, hal yang serupa juga terjadi. Hanya 11 perusahaan yang memiliki rasa tanggungjawab terhadap undangan orang nomor satu di Kabupaten Kampar itu.

Melihat hal ini, Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Riau, Budi Febriadi sangat menyayangkan tidak adanya itikad baik dari perusahaan untuk hadir dalam rapat koordinasi tersebut.

“Seharusnya pihak perusahaan hadir dalam rapat koordinasi ini sebab rapat ini kita membahas bagaimana nasib pengusaha-pengusaha muda Kampar dan kelangsungan Politeknik Kampar,” kata Budi, Senin (30/7/2018).

Padahal, kata Budi, HIPMI pada kesempatan ini hanya ingin membuat komitmen kerjasama. “Tanpa uang muka, pengusaha HIPMI Kampar siap melaksanakan pekerjaan,” tegas Budi yang didampingi Ketua HIPMI Kampar, Dedi Irawan.

Sementara itu, Bupati Kampar yang diwakili Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Keuangan, DR Aliman Makmur saat dikonfirmasi terkait kehadiran perusahaan mengatakan, kemungkinan undangan yang dikirimkan tidak sampai kepada pihak perusahaan.

“Kita, berpikiran positif saja. Mungkin undangan tidak sampai kepada pihak perusahaan,” kata Aliman.

Kedepan, Pemkab Kampar akan merubah cara mengundang pihak parusahaan agar undangan yang dikirimkan benar-benar sampai kepada direksi perusahaan.

Dari 8 perusahaan yang hadir diantaranya PT Adimulya Agro Lesatri, PT Flora Wahana Tirta, PT Mitra Bumi, PTPN V Sei Pagar, PT Sewangi Sawit Sejahtera, PT Sugi Indah Sejati dan PT Palma Inti Lestari.(Nds)