Walaupun diguyur hujan, Nobar Film G 30S PKI bersama Calon Anggota DPD tetap lanjut

0
40

Kuok, Auramedia.co – Meski sempat tertunda akibat diguyur hujan Nobar (Nonton Bareng) G30S/PKI di lapangan perayaan Dusun Pulau Terap Dua Desa Pulau Terap bareng calon Anggota DPD RI Juprizal S.Th.I, MH itu tetap lanjut meski dilakukan di tempat alternatif yakni balai-balai.(01/10)

meski sempat diguyur hujan sebelumnya, semangat warga untuk menyaksikan Film yang diangkat dari kisah nyata yang berdurasi lebih dari Tiga jam itu tidak pudar sebagai mana terlihat oleh Auramedia.co di lokasi balai-balai yang berukuran memanjang itu dipenuhi oleh masyarakat setempat yang mana dihadiri langsung oleh Juprizal S.Th.I, MH yang tak lain merupakan Calon Anggota DPD RI untuk dapil Riau.

“Kegiatan ini merupakan permintaan dari warga desa pulau terap untuk mengenang kembali sejarah dan mengenang bangsa indonesia terhadap paham kominisme”, Ujar Juprizal S.Th.I, MH setelah kegiatan Nobar

tak hanya sampai disitu saja hingga saat ini TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 sampai saat ini masih berlaku.

“hingga saat ini TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 sampai sekarang masih berlaku dan artinya di indonesia ini tidak bisa tumbuh paham-paham komunisme”, Ucapnya

tak hanya disitu dalam penyampaiannya kepada Auramedia.co untuk menghadapi hal semacam komunis ini bisa diatasi dengan sangat mudah apabila semua kalangan bersatu untuk menolak paham Komunis ini yang mana paham ini merupakan suatu paham Ateis dan paham Anti Agama.

“jadi masyarakat bekerjasama dengan seluruh elemen agar menolak paham komunisme dimana paham ini merupakan paham ateis dan paham anti agama yang mana tidak mengakui adanya tuhan dan itu tentu bertentangan dengan pancasila dan juga bertentangan dengan preambule UUD 1945 bahwasanya kemerdekaan itu atas berkat rahmat allah yang maha kuasa”, Tambahnya

“Sementara karena allah-lah kita merdeka maka tidak mungkin bangsa indonesia ini berdiri tanpa rahmat allah swt, jadi paham komunisme ini harus kita bumi hanguskan (hilangkan_red) secara bersama jangan sampai tumbuh dan berkembang di bangsa kita ini”, Ucapnya.

Tak hanya sampai disitu saja ia menyampaikan kepada masyarakat agar kita tetap memperkuat basis Keagamaan, Akidah, Jiwa Nasionalisme, dan memperkuat Jalinan Silaturrahim

“mari kita perkuat Basis Keagamaan, Akidahnya, jiwa nasionalisme dan memperkuat jalinan Silaturrahim diantara sesama kita yang mana paham-paham komunisme ini munculnya menyusup di tengah masyarakat, paham ini muncul jika ekonomi krisis dimana masyarakat itu mengalami kesulitan ekonomi sehingga banyak kemiskinan dan itu akan menyebabkan paham-paham komunis”, Tambah Alumni MAN Kuok angkatan 1999 itu

“maka oleh karena itu masyarakat harus bekerjasama menyatu padu agar agama itu (Islam_red) semakin kuat di tengah masyarakat kemudian kita perkuat ekonomi secara bersama-sama hingga paham komunis ini tidak bisa berkembang di negara kita ini”, Tutup Juprizal S.Th.i, M.H. (Pjr)