Plh Bupati Kampar Membuka Secara Resmi Bursa Inovasi Desa Cluster 3.1 Di Kecamatan Kuok

0
197

Kuok, Auramedia.co – Plh Bupati Kampar Drs. Yusri M.Si  membuka secara resmi Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster 3.1 Kec. Salo, Kuok, XIII Koto Kampar Dan Koto Kampar Hulu yang dilaksanakan Di Gor PLTA Koto Panjang Desa Merangin Kec Kuok. (31/07/19).

Plh Bupati  Kampar dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Kegiatan Bursa Inovasi Desa merupakan salah satu tahapan pokok dari kegiatan Program Inovasi Desa (PID) yang hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitan pemanfaatan Dana Desa ( DD) dengan memberikan rujukan Inovasi Pembangunan Desa serta merevitalisasi peran pendamping dalam pengembangan potensi dan ekonomi lokal, kewirausahaan, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM ) serta Insfratuktur Desa.

Plh Bupati Kampar Drs. Yusri M.Si

Lebih lanjut Plh Bupati Kampar Melalui progam Inovasi Desa Ini di harapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara pertisipatif, yang mana Program Inovasi Desa Merupakan salah satu bentuk dukungan Kepala Desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat” Tambahnya lagi.

“Sebenarnya tidak ada lagi keluhan dari desa manfaatkanlah kegiatan seperti ini Pertemuan ini sangat bermakna tidak hanya sekedar kegiatan seremonial saja”.jelas Yusri.

Akhir Yani kepada wartawan, Inovasi yang akan dimunculkan ini setiap pemerintahan desa memiliki 3 pilihan : 1. Bidang kewirusahaan , bidang sumber daya manusia, dan bidang infrastruktur.

“Ada puluhan pilihan yang setiap kepala desa untuk dimasukkan ke dalam APBDES tahun 2020 karna ini adalah program bursa inovasi desa yang wajib dilaksanakan setiap desa disseluruh indonesia karna ini adalah program pemerintah melalui kementarian desa dan pembangunan daerah tempat tinggal”. Jelas Akhir Yani.

Ketua panitia Bursa Inovasi Desa Akhir Yani SE

Lebih Lanjut Akhir Yani terkait Bursa Inovasi Desa Dimana BID  merupakan forum untuk mengembangkan inovasi yang berkembang ditengah masyarakat desa, kemudian melakukan sosialisasi kebijakan alur alokasi dana desa serta meningkatkan kualitas pembangunan desa bersama pemangku kepentingan desa.

Sesuai dengan program inovasi desa  yakni ATM artinya, (Amati, Tiru serta Modifikasi) Maka seluruh para  Kepala Desa, Pendamping Desa serta masyarakat untuk bekerjasama dalam menimbulan inovasi-inovasi dan melakukan Program Inovasi Desa sebaik mungkin. Terang Akhir Yani. (Harisep).