Sukses Sebagai Sekolah Kewirausahaan, SMAN 1 Bangkinang Kota ditunjuk Sebagai Sekolah Zonasi Bersama 650 SMA Se- Indonesia

0
236

Bangkinang Kota, Auramedia.co – Setelah sukses menjadi sekolah kewirausahaan selama tiga tahun, SMAN 1 Bangkinang Kota saat ini ditunjuk sebagai salah satu Sekolah Zonasi Bersama 650 SMA Se – indonesia dan 17 SMA Negeri/swasta Se – Provinsi Riau serta 2 SMA Negeri yang ada di Kampar. Untuk mencapai tujuan dan sasaran sebagai sekolah Zonasi, maka seluruh guru dan tenaga pendidik SMAN 1 Bangkinang Kota diharapkan dapat memiliki kemampuan menguasai teknologi, karena sekolah zonasi memakai sistem online.

Kepala SMAN 1 Bangkinang Kota, Muhammad Hendra Yunal, M.Si saat kegiatan sosialisasi program SMA Zonasi SMA Negeri 1 Bangkinang Kota tahun pelajaran 2019/2020 (31/07/19) di aula pertemuan SMAN 1 Bangkinang Kota mengatakan, bahwa sekolah Zonasi pada dasarnya bertujuan untuk pemerataan dan berkeadilan.

Lebih lanjut Hendra Yunal menjelaskan, bahwa sekolah zonasi memiliki beberapa tujuan, diantaranya untuk Pemerataan kualitas pendidikan. Ia menuturkan, zonasi adalah suatu kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Tanah Air. Zonasi bukan hanya untuk PPDB, melainkan untuk keseluruhan program yang tujuan utamanya mewujudkan percepatan pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia, ungkap Hendra Yunal.

Hendra Yunal menambahkan, bahwa sekolah zonasi juga bertujuan untuk menciptakan banyak sekolah favorit. Dengan zonasi diharapkan sekolah favorit itu ada di setiap zonasi, bukan hanya di tempat-tempat tertentu. Di semua zonasi harapannya ada sekolah favorit yang berkualitas. Sekolah zonasi juga bertujuan untuk peningkatan kualitas guru dan mutu pendidikan. Sekolah zonasi akan memiliki program peningkatan kualitas guru, peningkatan sarana prasarana, perbaikan proses belajar mengajar, perbaikan kegiatan sekolah kesiswaan, dan lain-lain. Sekolah zonasi adalah sekolah yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan melaksanakan manajemen berbasis sekolah, mengembangkan praktek dalam mutu berkelanjutan dan melakukan inovasi serta berprestasi di bidang akademik maupun non akademik, ungkap Hendra Yunal.

Guna mencapai sasaran dan tujuan sekolah zonasi, SMA Negeri 1 Bangkinang Kota akan mengupayakan seluruh guru dan tenaga pendidik menguasai teknologi. Para guru dan tenaga pendidik akan diberikan pelatihan/InHouse Training(IHT) program SMA Zonasi, diantaranya pelatihan pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Implementasi e-raport,
Penyusunan soal Higher Order Thinking Skill (HOTS), penyusunan naskah dan aplikasi e-modul, pembuatan video pembelajaran, pendampingan ke sekolah imbas, sosialisasi program kewirausahaan serta pelatihan implementasi program literasi, ungkap Hendra Yunal.

para guru SMAN 1 Bangkinnag Kota dan guru 5 sekolah imbas saat kegiatan sosialisasi program SMA zonasi SMAN 1 Bangkinang Kota

Kepada wartawan Hendra Yunal juga mengatakan, bahwa rancangan peserta IHT nanti berjumlah sekitar 40 orang, terdiri dari 30 orang guru SMAN 1 Bangkinang Kota yang diambil dari 2 orang dari 15 Mapel ditambah dengan 2 orang guru dari 5 sekolah imbas, yakni 2 orang guru SMAN 1 Kampar, 2 orang guru SMAN 1 Kampar Utara, 2 orang guru dari SMAN 1 Kuok, 2 orang guru dari SMA muhammadiyah Bangkinang dan 2 orang guru dari SMA IT Bangkinang, ungkap Hendra Yunal.

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Bangkinang Kota, Drs. H. Aminullah Harun saat pembukaan sosialisasi mengatakan, bahwa komite mendukung SMAN 1 bangkinang Kota sebagai sekolah zonasi. Kita harus bersama-sama mendorong dan berupaya memajukan sekolah. Semakin hari tantangan kita akan semakin berat, namun jika kita mampu menghadapi tantangan tersebut, maka kita akan mampu meningkatkan mutu pendidikan sekolah. “mari kita bersama-sama berjuang untuk memajukan sekolah ini agar selalu berkualitas”, ungkap Aminullah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kabupaten Kampar, Tarmizi, SH saat memberikan arahan pada sosialisasi program SMA zonasi SMA Negeri 1 bangkinang Kota
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kabupaten Kampar, Tarmizi, SH sebelum membuka acara sosialisasi mengatakan, bahwa saat ini kita sudah melaksanakan zonasi PPDB. Tahun depan kita akan melaksanakan PPDB secara online untuk mencapai sistem zonasi penuh.

Sesuai dengan informasi yang didapatnya, bahwa zonasi nantinya tidak hanya pada siswa saja, tetapi zonasi juga akan diberlakukan untuk guru dan tenaga pendidik. Karena pada dasarnya kita tidak kekurangan guru, tetapi banyak sekolah yang kekurangan guru, ungkap Tarmizi. (adi jondri)