Mahasiswa KKN Unri Taja Kegiatan Sosialisasi Dan Pembuatan Hidroponik Di Perpustakaan Desa Laboy Jaya

0
55

Laboy Jaya, Auramedia.co – Mahasiswa KKN Unri 2019 taja kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan hidroponik sederhana pada 10/08/19 di aula Perpustakaan Desa Laboy Jaya. Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Laboy Jaya tersebut merupakan upaya penghematan lahan, memanfaatkan daur ulang sampah plastik, dan untuk menghemat biaya dalam bertanam sayur.

Kordes Mahasiswa KKN Unri 2019 Desa Laboy Jaya Kecamatan Bangkinang, Frisky Riyanda kepada wartawan, (10/08/19) mengatakan, bahwa kegiatan sosialisasi bertujuan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan masyarakat tentang hidroponik. Sehingga dengan mengikuti kegiatan sosialisasi ini masyarakat paham dan tahu cara membuat hidroponik, ungkap Risky.

lebih lanjut Risky mengatakan, bahwa hidroponik sederhana tidak tergantung pada tempat dan musim, luas tanah dan ketinggian tempat, karena dapat dikelola oleh manusia secara khusus dan kondisi lingkungan terkontrol. Hidroponik sederhana dapat dilakukan pada orang yang tidak punya lahan, dapat menghasilkan muty yg lebih baik, tanaman tumbuh lebih cepat, dan dapat menghemat penggunaan pupuk karena pemberiannya diatur sesuai kebutuhan tanaman, ungkap Risky.

Sementara itu, pemateri sosialisasi dan pelatihan, Charis Suganda dan Natalia Silpa Anastasiaengatakan, bahwa bahan hidroponik sederhana terdiri dari Kain flanel, botol aqua bekas, nutrisi hidroponik (nutrisi ab mix), rockwall, dan bibit sayuran.

Cara membuat hidroponik sederhana terdiri dari beberapa tahap, diantaranya, Tahap 1: Persiapan Alat dan Bahan,
Persiapkan bahan-bahan maupun perangkat yang dibutuhkan, seperti:

1. Botol bekas air mineral ukuran 15000 ml yang sudah dibersihkan
2. Gunting, pisau, atau cutter untuk kebutuhan memotong
3. Sumbu kompor untuk mengalirkan nutrisi, atau jika barang tersebut sudah sulit ditemukan, Anda bisa ganti dengan kain flanel (wick system)
4. Gunakan media tanam berupa rockwool yang bisa dibeli di toko pertanian atau secara online. Alasan memilih rockwool karena media tanam alternatif dalam bercocok tanam hidroponik ini bisa mengikat air, serta udara untuk aerai dalam jumlah besar sehingga memberikan ruang bagi akar untuk tumbuh dan menghisap nutrisi dengan baik.
5. Bibit tanaman unggul untuk memberi hasil pertanian yang memuaskan
6. Air bersih, bukan yang sudah bercampur dengan senyawa kimia
7. Nutrisi AB Mix yang bisa dibeli ditoko pertanian

Setelah semua komponen berkebun dengan memanfaatkan media berupa botol bekas (seperti Aqua) telah siap, maka Anda bisa lanjut ke step berikutnya.

# Tahap 2: Ubah Botol untuk Sarana Menanam Hidroponik
Pada tahap ini, Anda akan menjadikan botol sebagai sarana untuk menempatkan bibit dan atau tanaman yang hendak dibudidaya secara hidroponik. Berikut langkah-langkahnya:

1. Pastikan botol bekas masih tampak kokoh dan tidak berkerut-kerut (lecek).
2.Ambil alat pemotong yang sudah disediakan, potong leher botol hingga menjadi dua bagian
3.Buat lubang pada tutup botol dengan diameter yang sekiranya bisa dimasukkan oleh sumbu kompor. Apabila Anda menggunakan kain flanel, maka buatlah dua lubang pada sisi yang berlawanan di bagian leher botol dekat area penutup botol.
4.Setelah terdapat celah pada tutup botol, masukkan sumbu kompor ataupun kain flanelnya.
5. Langkah berikutnya, balik bagian leher botol dan masukkan ke dalam badan botol

Botol bekas sekarang sudah bisa digunakan untuk membudidaya tanaman. Tapi tunggu dulu, seperti pada panduan sebelumnya, pada cara menanam hidroponik dengan botol bekas juga Anda harus menyemai benih tanamannya terlebih dahulu secara terpisah.

# Tahap 3: Semai Benih
Sediakan benih atau bibit tanaman unggul yang telah Anda siapkan. Untuk langkah berikutnya, silakan ikuti panduan berikut:

1. Gunakan pisau atau gunting untuk memotong-motong rockwool bentuk persegi dengan ukuran 2,5 x 2,5.
2. Basahi rockwool dengan air dengan cara diciprat-ciprat, jangan direndam agar tidak terlalu lembab. Atau bisa dikira-kira sendiri.
3.Tempatkan media tanam rockwool ke dalam wadah tampung atau nampan seperti cetakan es batu persegi, atau di dalam wadah serupa lainnya.
4. Buat lubang pada bagian tengah setiap rockwool menggunakan lidi atau tusuk gigi dengan kedalaman sekitar 2 mm.
5. Berikutnya, tanam benih tanaman ke dalam lubang yang telah dibuat di atas rockwool sampai semuanya terisi benih.
6.Setelah semua potongan rockwool berisikan benih tanaman, tutup wadah dengan kantong plastik hitam dan letakkan wadah untuk menyemai benih tersebut di tempat yang teduh atau gelap, jauhkan dari matahari.
7.Pantau perkembangan benih setiap hari hingga pecah benih, tandanya adalah muncul calon akar warna putih-putih dan menyembul pula calon daunnya.
8.Apabila benih tanaman sudah berkecambah atau berakar, sekarang Anda pindahkan ke tempat yang terkena sinar matahari. Jemur wadah dari pagi sampai siang, dan apabila panas matahari terlalu terik, pindahkan kembali ke tempat bercahaya tanpa perlu ditutup lagi dengan plastik hitam.
9. Dalam tahap penyemaian benih, Anda harus terus mengenalkan calon tanaman dengan sinar matahari.
10. Pastikan pula agar media tanam selalu basah, apabila kering maka bisa disemprotkan dengan air bersih lagi.
11. Terus lakukan langkah penyiraman dan pemberian sinar matahari secara rutin setiap hari sampai setiap tanaman sudah berdaun 4 (daun sejati) yang mengindikasikan tanaman sudah siap dipindah tanam dan diberikan nutrisi.

# Tahap 4: Pembuatan Nutrisi Hidroponik
Seperti diterangkan pada cara menanam hidroponik dengan botol bekas sebelumnya, nutrisi hidroponik bisa Anda buat dengan membeli pupuk AB-Mix di toko pertanian ataupun Anda bisa membuat nutrisi hidroponik sendiri dengan bahan yang mudah ditemukan di sekitar.

Tanaman memerlukan nutrisi untuk pertumbuhannya. Oleh karena itu, dalam bercocok tanam hidroponik yang terkenal tanpa menggunakan media tanam berupa tanah, maka unsur vital tanaman harus terpenuhi dengan baik apabila menginginkan hasil pertanian yang bagus.

Nutrisi hidroponik AB-Mix yang dapat dijumpai di toko pertanian ini ada yang berbentuk bubuk dan ada juga yang sudah berbentuk larutan cair. Jika Anda ingin meracik sendiri, maka beli yang dalam bentuk bubuk dan ikuti panduan cara melarutkannya yang umumnya terlampir pada secarik kertas.

Untuk AB-Mix sendiri ada beberapa jenis, Anda bisa menanyakan langsung dengan penjual. Untuk sayuran, Anda bisa membeli AB-Mix daun (sayuran daun). Sedangkan untuk tanaman buah, Anda bisa memilih AB-Mix yang khusus untuk pertumbuhan buah. AB-Mix terdiri dari dua jenis larutan cair yang terpisah yang nantinya akan dicampur dengan air sehingga siap digunakan.

# Tahap 5: Pindah Tanam
Ini adalah momen paling ditunggu-tunggu oleh semua pelaku hidroponik. Pasalnya, benih yang sudah berkecambah akan siap tumbuh dan menjadi tanaman yang siap dipanen dan dikonsumsi ataupun dijual kembali untuk menambah pundi-pundi penghasilan.

Proses pindah tanam ini cukup sederhana, Anda hanya perlu menyiapkan botol bekas yang sudah dibuat sebelumnya. Pada bagian bawah botol, tuangkan larutan nutrisi secukupnya. Kemudian ambil bagian leher botol, pindahkan media tanam rockwool yang sudah ditumbuhi kecambah dan akar dengan hati-hati ke dalamnya. Jangan sampai lupa jalur nutrisinya dengan sumbu atau kain flanel. Kemudian, gabungkan kedua bagian seperti pada gambar.

Sekarang Anda sudah bisa melakukan perawatan intensif terhadap tanaman yang sudah ada di dalam botol bekas. Tugas Anda hanyalah memastikan tanaman tetap tumbuh dengan memberikan nutrisi secara rutin. Jangan biarkan tanaman tidak menyerap nutrisi dalam waktu lama karena akan menimbulkan risiko gagal panen dikarenakan tanaman mati.

Yang perlu Anda ketahui juga adalah semakin besar tanaman, maka kebutuhan nutrisinya ikut bertambah. Oleh karena itu, setidaknya seminggu sekali larutan nutrisi harus ditambah. Porsi pembuatan nutrisi hidroponik cair sendiri juga harus ditambahkan hingga seterusnya sampai tanaman sudah siap panen.

Itulah cara bertanam hidroponik dari botol bekas air mineral dengan wick system atau sistem sumbu. Bagi Anda yang belum tahu, sebetulnya wick system hanya satu dari banyak sistem hidroponik lain, seperti fertigasi, rakit apung, NFT, dutch bucket, dan beberapa lainnya. Sistem sumbu sendiri merupakan sistem hidroponik yang cukup mudah diterapkan oleh semua orang, termasuk pemula sekalipun.(Adi jondri)