Ekskul Jurnalistik Melatih Mental Dan Kepribadianku

0
125

Dulu waktu pertama kali aku masuk ke SMAN 1 Bangkinang Kota , di sana ada kegiatan yang dilakukan    setiap minggunya , bertepatan pada hari jumat yang dilaksanakan pada pukul 14.00 wib, kegiatan itu dinamakan ekskul, dan pada saat promosian ekskul ke setiap kelas, aku memiih ekskul   jurnalistik.  Setelah  aku memilih ekskul jurnalistik. Aku memang meniatkan dalam diriku sendiri untuk serius melaksanakan kegiatan yang diajarkan.

Pada awal masuk di kelas jurnalistik, kami masih perkenalan, dan disaat kami perkenalan , kami  harus memiliki keberanian. Di situ aku mulai mempunyai keberanian, karena setiap apa saja yang disuruh, akan ditampilkan.

Bagi yang mau, kami diajarkan cara membuat berita. Kami diajarkan tentang unsur berita. Kami diperkenalkan dengan rumus 5w+1h .

pada suatu pertemuan, kami dikasih selembar Koran, kemudian kami disuruh membaca, setelah itu kami menentukan unsur unsur  berita. Di sana aku kurang mengerti, karna aku kurang mengerti, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada bapak yang mengajari kami. Setelah aku bertanya barulah aku mengerti.

Kamipun disuruh membuat berita yang mengandung unsur 5w+1h. Setelah siap kami diberikan kesempatan untuk maju dan menceritakan apa yang kami buat. Akupun ingin maju ke depan untuk menceritakan apa yang aku buat. Dalam hati aku tekankan, aku harus berani walupun salah apalagi benar. “Aku harus menjadi orang pemberani”, kataku dalam hati.

Setelah mengikuti kegiatan ekskul Jurnalistik, diriku merasa termotivasi untuk meyakini akan kemampuan dan potensi diri yang ada dalam diriku. Akhirnya aku merasa nyaman mengikuti kelas jurnalistik. Aku merasa mendapatkan sebuah pengalaman baru dan teman baru yang sama-sama memiliki keinginan untuk menjadi pribadi dan bermental yang memiliki pola pikir maju dan sukses.

Saat ini, hanya satu yang ada dalam benakku, cintailah apa yang kamu lakukan, walaupun sulit. Kita harus berusaha untuk mencapai kesuksesan. Jangan pantang menyerah walaupun pernah gagal. “kesuksesan berawal dari kegagalan”, Kesimpulan pikiranku.

Penulis: Khanaya Khasih Haviza (anggota Komunitas Pegiat literasi Kampar)