Kampar Memiliki 10 Desa Stunting Yang Membahayakan

0
120

Bangkinnag Kota, Auramedia.co – Kabupaten Kampar merupakan kabupaten yang memiliki tingkat stunting yang mengejutkan. Paling tidaknya terdapat sepuluh desa yang tergolong sebagai desa yang memiliki stunting yang tinggi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kasie Prodiksi konten dan Diseminasi Kesehatan Kementrian Kominfo, Septa Dewi Anggraeni seusai pembukaan Forum Sosialisasi generasi bersih dan sehat Kabupaten Kampar, (01/10/19) di hotel Altha Bangkinang.

Lebih lanjut Septa mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil riset kesehatan dasar dari kementerian Kesehatan RI pada beberapa tahun yang lalu, kabupaten Kampar memiliki 10 desa yang tingkat stuntingnya tinggi. Stunting merupakan ancaman berbahaya bagi generasi kita. Stunting ancaman bagi generasi muda harapan masa depan, ungkap Septa.

Septa juga menjelaskan, bahwa stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Stunting terjadi pada usia 1000 hari pertama terhadap Balita.

Sementara itu, Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO. Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

Selain kekurangan asupan gizi dan pola hidup yang bersih dan sehat, stunting juga diakibatkan oleh pernikahan dini yang mengakibatkan hamil pada usia yang tidak ideal, jelas Septa.

“Stunting boleh dikatakan Balita yang gagal pertumbuhan”, jelas Septa.

Kasie Produksi Konten dan Diseminasi Kesehatan Kementrian Kominfo

Septa dengan tegas juga mengatakan, bahwa Stunting adalah hal yang sangat membahayakan. Karena stunting bukanlah sebuah penyakit, tetapi stunting merupakan sebuah kecacatan yang tidak ada obatnya. Stunting tidak memiliki obat, namun stunting hanya bisa dicegah dengan pola bidup yang bersih dan sehat, ungkap Septa.

Mengingat stunting membahayakan, kementrian Kominfo sebagai kordinator kampanye penurunan prevalensi nasional menyelenggarakan Forum Sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (Genbest) untuk mengdukasi para siswa SMA, mahasiswa, serta anggota komunitas Kabupaten Kampar seputar stunting, wawasan pemenuhan gizi yang seimbang, dan cara menjalani pola hidup sehat. Para peserta Forum sosialisasi Genbest diharapkan dapat menjadi agen komunikasi dalam mensosialisasikan dan mengkomunikasikan mengenai pencegahan stunting kepada teman-teman sebaya mereka, baik melalui tatap muka maupun melalui sosial media.

Melalui media Septa juga menyampaikan, bahwa remaja Kampar juga bisa mendapatkan informasi lebih seputar stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak juga dapat diakses melalui situs genbest.id dan media sosial @genbestid serta @infokompmk. Para generasi muda juga dapat mengunduh aplikasi android ‘anak sehat’ untuk mengetahui informasi mengenai kesehatan ibu dan anak serta sebagai alat pantau digital tumbuh kembang anak.

Kepada wartawan Septa mengungkapjkan, bahwa stunting hanya dapat dicegah dengan pola pikir dan komitmen bersama dalam mengantisipasi stunting. Pemerintah Daerah mesti terintegrasi secara baik dengan pemerintah pusat dalam semangat pencegahan terjadinya stunting. Tanpa kepedulian dan komitmen pemerintahan daerah, maka stunting akan berat dicegah di wilayah Kabupaten Kampar. Pemerintah Daerah Kampar melalui instansi terkait mesti memiliki program prioritas dan tepat sasaran dalam pencegahan stunting tersebut, ungkap Septa. (Adi Jondri)