90 Orang  Mahasiswa Dapat Beasiswa Serta Mengikuti Kuliah Perdana Dengan Tema Sawit Untuk Indonesia

0
71

Batubelah, Auramedia.co – Sebanyak 300 mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dari empat program studi mengikuti pembukaan dan kuliah perdana dengan tema “Sawit Untuk Indonesia” program beasiswa sawit Indonesia, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) – Kelapa Sawit dan Politeknik Kampar yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto yang diwakili Sekretaris Daerah Yusri di Aula Politeknik Kampar, Sabtu (19/10)

Dalam kesempatan tersebut turut hadir, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Ir. H. Feri HC Ernaputra, M.Si , Ketua Yayasan Datuk Tabano Drs. H. Amirullah Harun, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Ir Gulat M.E Manurung, MP, Direktur Utama BPBD – Kelapa Sawit Ir. Edi Wibowo, MT (Direktur Penyaluran Dana), Direktur Politeknik Kampar Nina Veronica, ST, M.Sc. serta selaku pembicara Prof, Dr, Yusmar Yusuf, M.P.si, H. Pramuda Muelyo SE, MM.

Saat membacakan sambutan Bupati Kampar Yusri mengharapkan dengan kehadiran politeknik Kampar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta melakukan pendampingan kepada masyarakat perkebunan kelapa sawit. Dari ratusan mahasiswa yang mendaftar hanya 90 orang yang berkesempatan mendapatkan beasiswa, manfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya karena masa depan industri kelapa sawit beserta produk turunannya ada di tangan kalian.

“Program beasiswa sawit Indonesia ini semoga berkelanjutan dan kepada adek – adek penerima beasiswa bersyukur dengan memanfaatkan kesempatan terbaik ini, agar keluar nanti menjadi tenaga siap pakai dengan kompetensi mumpuni dan bisa mengabdi ditengah masyarakat, selamat kepada 90 mahasiswa penerima beasiswa” ungkap Yusri

Target 40 tahun kedepannya Kampar menjadi penyangga pendidikan di Riau, saat ini ada 3 perguruan tinggi STIE Bangkinang, Universitas Pahlawan, Politeknik Kampar dan seiring waktu semakin besar dan berkembang, namun demikian Politeknik Kampar saat ini mengharapkan pemerintah dapat memfasilitasi asrama sehingga dapat menampung mahasiswa di tempat yang terintegrasi dengan kampusnya.

Selain itu, Gubernur Riau yang diwakili Kadis Perkebunan Provinsi Riau Feri mengungkapkan sebagian besar 70% pungutan expor sawit berasal dari Riau, sementara untuk kelapa sawitnya sendiri di Medan sudah 2 generasi dan di Riau adalah generasi kedua Kelapa Sawitnya, kita harus menolak black campaign tentang Kelapa Sawit, politeknik diharapkan memiliki pusat riset pengembangan IT Industri Sawit agar ada di Kampar, sekarang kita memasuki era industri 4.0 maka gunakanlah kesempatan dengan melihat peluang dari informasi yang ada.

“Kita menuju green Indonesia yang sustainable yang diakui dunia, mahasiswa harus dapat menciptakan produk turunan dari kelapa sawit yang dapat membuka peluang kerja sehingga setelah tamat tidak menjadi pengangguran namun pencipta lapangan kerja yang dapat menciptakan dan memasarkan sebuah produk yang dihasilkan dan menjadi tenaga siap pakai.” Ungkap Feri.**