Jasa Pahlawan Untuk Siapa?

0
155

Jasa Pahlawan Untuk Siapa?
Bangkinang Kota – Pagi ini, Senin (11/11/19) ketika diriku mengantarkan anak sekolah melewati Jl. A. Yani Bangkinang aku tidak bisa melewati Jalan depan Lapangan pelajar pagi itu. Karena simpang tiga Jl. A. Yani depan Kantor PWI Kampar tersebut ditutup untuk umum, karena Jl. itu terpakai untuk parkir para pejabat dan elit daerah Serta ASN dan siswa yang mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan tingkat Kabupaten Kampar.
Sesampainya di Depan Kantor Camat Salo yang terletak tidak jauh dari TK Tunas Harapan SKB Salo, tempat anak gadisku Aliyah Najwa Asri menuntut ilmu, diriku juga melihat puluhan bahkan mungkin ratusan ASN dan siswa di lingkungan kecamatan Salo melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan.
Sambil mengendarai sepeda motor, diriku terus berpikir kenapa tidak ada masyarakat atau rakyat yang ikut upacara peringatan Hari Pahlawan tersebut. Diriku juga bertanya dalam hati, apakah jasa pahlawan itu hanya dinikmati oleh para pejabat dan ASN saja, bukankah jasa pahlawan itu adalah untuk seluruh rakyat Indonesia. Bukankah jasa pahlawan itu atas keberhasilan mereka menghalau kezoliman penjajah yang menguras kekayaan alam dan menyiksa rakyat kita.
Sesampai di sekolah anak gadisku, Aliyah Najwa Asri langsung berpamitan dan menyalamiku sambil mencium pipi adeknya ( Ahmad Daniyal Akram) yang ingin diajak untuk mengantar kakaknya ke sekolah. Kepada anak gadisku, aku hanya berpesan agar dia rajin dan semangat serta serius belajar. Sembari melihat anak gadisku berlari kecil masuk kelas yang sudah disambut oleh gurunya dengan senyuman depan kantor sekolah, aku hanya berdo’a, “semoga perjuanganmu diridho’i Allah Azza Wajallah nak”, ungkapku dalam hati.
Setelah mengantar anak bujangku, Ahmad Daniyal Akram ke ibunya yang sibuk mengurus warung tempat usaha kami di Jl. Tengku Umar samping Adira Finance Syari’ah Bangkinang, akupun berpamitan kepada isteriku untuk pergi kerja sebagai kuli tinta di Negeri Serambi Mekkah Provinsi Riau tercinta.
Di sebuah rumah makan tempat biasa diriku mencari sebuah inspirasi, aku bertanya kepada salah seorang ASN yang duduk depan mejaku, Izin mas, apa acara tadi?. ASN tersebut menjawab, baru siap upacara peringatan Hari Pahlawan, ungkapnya.
Saya lanjut bertanya, siapa yang memimpin upacara tadi mas?
ASN tersebut juga menjawab, langsung bupati mas.
Aku lanjut bertanya, apakah upacara diikuti oleh ASN dan siswa mas?.
ASN tersebut menjawab, iya mas.
Aku lanjut bertanya, apakah ada masyarakat atau rakyat biasa yang ikut upacara mas?.
ASN menjawab, kayaknya tidak ada mas.
Mendengar jawaban itu, diriku terus bertanya dalam hati, kenapa upacara peringatan Hari pahlawan tidak diikuti oleh masyarakat atau rakyat biasa. Apakah masyarakat atau rakyat biasa tidak merasakan jasa dari para pahlawan yang telah mengusir penjajah di negeri ini. Ataukah rakyat biasa memang tidak diajak atau bahkan dilarang mengikuti upacara peringatan hari pahlawan?. atau memang sudah kenyataannya ada pemisahan antara pejabat dan elit serta ASN dengan masyarakat di negeri ini.
Atau hanya pejabat dan elit serta ASN saja yang mampu mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan karena dengan kemerdekaan yang diraih, mereka digaji oleh negara ini, bahkan mereka bisa mengendalikan keuangan negara ini sesuai dengan yang mereka harapkan.
Namun apapun yang terjadi dan kenyataan yang ada saat ini, diriku hanya berharap semoga negeri dan daerah ini dipimpin dan diurus oleh mereka yang mampu memegang amanah sebagaimana yang diajarkan oleh agama ini. Semoga para pejabat dan ASN di negeri ini sadar, bahwa mereka diamanahkan oleh masyarakat untuk menjadi abdi negara yang mampu membantu masyarakat dalam menyelesaikan persoalan hidupnya di negeri tercinta ini. Semoga para pejabat dan ASN mampu berterima kasih kepada para pahlawan yang telah berhasil mengusir penjajah di negeri ini. Semoga para pejabat dan ASN tidak menjadi penjajah di negerinya sendiri, karena pahlawan kita sudah membumi hanguskan penjajah yang menyiksa hati nurani di negeri ini.
Semoga rakyat dan masyarakat bisa mendukung dan mengawasi program pemerintah untuk mencapai kesejahteraan anak negeri. Semoga generasi tetap semangat dan sungguh-sungguh dalam menggali potensi diri. Semoga generasi muda saat ini mampu menjadi generasi yang bakal menjadi tulang punggung pembangunan masa depan di negeri tercinta ini.
Selamat Hari Hari Pahlawan,
Al – Fatihaa…
Semoga para pahlawan dimasukkan dalam golongan hamba yang diridho’iNya.
Coretan pagi dari Adi Jondri Putra (Anggota Pegiat Literasi Kampar).