Medan Dukung Merdeka Belajar, Literasi Siswa jadi Tantangan Utama

0
110

KOMPAS.com – Program Merdeka Belajar yang diluncurkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim mendapat tanggapan positif Pemerintah Kota (Pemko Medan). Pemko meluncurkan portal https://medanmerdekabelajar.com.

Portal Merdeka Belajar di Medan ini menghadirkan pembelajaran aktif (active learning) di kelas-kelas, mendorong kebijakan sekolah yang inovatif, penguatan literasi, budaya bersih dan pendidikan karakter.

Semua implementasi Merdeka Belajar di sekolah akan dipublikasikan melalui situs ini.

“Situs ini akan menjadi media belajar bagi seluruh kepala sekolah, pengawas dan guru,” ujar Masrul Badri Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Medan.

Situs ini diluncurkan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution dalam acara Sarasehan Medan Merdeka Belajar di Aula Yayasan Pendidikan Harapan, Sabtu (28/12/2019).

Hadirkan pembelajaran bermutu

Sarasehan ini digelar untuk menyusun implementasi Merdeka Belajar di seluruh SD dan SMP di Medan. Lebih lanjut Masrul mengatakan ruh utama gerakan Merdeka Belajar di Medan adalah menghadirkan pembelajaran yang bermutu di kelas.

Di SD menerapkan Pembelajaran Aktif Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) dan di SMP menerapkan Contextual Teaching and Learning (CTL). Dengan model pembelajaran ini siswa menjadi lebih aktif. “Anak-anak akan belajar memecahkan masalah, bebas mengutarakan pendapatnya, mampu berkolaborasi dan memiliki karakter,” ujar Akhyar Nasution.

Selain pembelajaran, website ini juga memuat praktik baik dari kebijaksanaan sekolah. Segala terobosan sekolah yang inovatif akan dipublikasikan, sehingga bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain.

“Selain alat berbagi, website ini juga kami gunakan sebagai alat monitoring. Kami bisa tahu apa dilakukan sekolah dengan cepat,” tegasnya.