Catat, Ini Waktu Puncak Gerhana Bulan pada 11 Januari 2020

0
149

Gerhana bulan penumbra (GBP) akan menyambangi Indonesia pada Sabtu (11/1/2020).

Berbeda dengan gerhana matahari cincin beberapa waktu lalu yang hanya dapat diamati di daerah-daerah tertentu, fenomena gerhana bulan penumbra dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan catatan tidak tertutup awan dan hujan,” kata Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Hary Tirto Djatmiko saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/1/2020) pagi.

Hary menjelaskan, gerhana bulan merupakan peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi, sehingga tidak seluruhnya sampai ke Bulan.

Peristiwa ini merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan, yang hanya terjadi saat fase purnama.

“Seluruh proses gerhana dapat dilihat di Asia, Eropa, sebagian besar Afrika bagian Timur, sebagian kecil Australia bagian Barat, dan Samudera Hindia,” ujar Hary.

Hary menjelaskan, proses gerhana pada saat Bulan terbit dapat diamati di Afrika bagian barat, Samudera Atlantik, sebagian kecil Amerika bagian timur laut, dan sebagian kecil Amerika Selatan bagian timur.

Sementara, proses gerhana pada saat Bulan terbenam dapat diamati di Amerika Utara bagian barat laut, Samudera Pasifik bagian Barat, dan sebagian besar Australia bagian Timur.

Gerhana ini tidak akan dapat diamati di sebagian besar wilayah Amerika dan Samudera Pasifik bagian timur.

Waktu puncak gerhana

Hary mengatakan, gerhana bulan penumbra pada 11 Januari 2020 dibagi menjadi tiga fase, yaitu gerhana mulai, puncak gerhana, dan gerhana berakhir. Sementara, untuk waktunya berdasarkan zona wilayah masing-masing.

Daerah dengan zona waktu Indonesia barat (WIB):

Dapat menyaksikan puncak gerhana pada pukul 02.10 WIB. Fase gerhana di daerah WIB dimulai pukul 00.05, dan berakhir pada pukul 04.14. WIB.

Daerah dengan zona waktu Indonesia tengah (Wita):

Puncak gerhana dapat diamati pukul 03.10. Fase gerhana di wilayah Wita dimulai pukul 01.05, dan berakhir pukul 05.14.

Daerah dengan zona waktu Indonesia timur (WIT):

Puncak gerhana terjadi pukul 04.10, dan berakhir pukul 06.14.

Enam gerhana pada 2020

Gerhana bulan pada Sabtu dini hari nanti merupakan gerhana bulan pertama pada 2020.

BMKG memprediksi, pada 2020 terjadi 6 kali gerhana, yakni 2 kali gerhana Matahari dan 4 gerhana Bulan dengan rincian sebagai berikut:

  1. Gerhana bulan penumbra (GBP) pada 11 Januari 2020, yang dapat diamati dari Indonesia.
  2. Gerhana bulan penumbra pada 6 Juni 2020, yang dapat diamati dari Indonesia.
  3. Gerhana matahari cincin (GMC) pada 21 Juni 2020, yang dapat diamati dari Indonesia berupa gerhana matahari sebagian, kecuali sebagian besar Jawa dan sebagian kecil Sumatera bagian selatan
  4. Gerhana bulan penumbra (GBP) pada 5 Juli 2020, yang tidak dapat diamati dari Indonesia.
  5. Gerhana bulan penumbra (GBP) pada 20 November 2020, yang dapat diamati dari wilayah Indonesia bagian barat menjelang gerhana berakhir
  6. Gerhana matahari total (GMT) pada 14 Desember 2020, yang tidak dapat diamati dari Indonesia.

Gerhana Bulan Penumbra 11 Januari 2020 ini merupakan anggota ke-16 dari 71 anggota pada seri Saros 144.

Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah Gerhana Bulan Penumbra pada 30 Desember 2001.

Adapun gerhana Bulan yang akan datang yang berasosiasi dengan gerhana bulan ini adalah Gerhana Bulan Penumbra 21 Januari 2038.