Polresta Bandung Ungkap Penjualan Gadis di Bawah Umur ke Pangkal Pinang

0
143

Kabupaten Bandung РDua gadis di bawah umur berinisial PS dan YY yang berasal dari Kabupaten Bandung dijual menjadi pekerja seks komersial (PSK) di Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Agta Buwana mengatakan, dari tujuh tersangka dalam kasus ini, lima di antaranya berhasil diamankan. Lima tersangka yang berhasil diamankan adalah, RS alias AA, FT, RN, DN dan HM. Sementara dua orang DPO berinisial ME dan MMH.

“Kita rilis kasus perdagangan anak, kasus ini modusnya membawa anak di bawah umur dari Kabupaten Bandung dengan alasan untuk bekerja di Pangkal Pinang, Pulau Bangka Belitung. Sesampainya di sana, anak ini dipekerjakan sebagai PSK,” katanya di Mapolresta Bandung, Senin (14/1/2020).

Agta mengungkapkan dari lima orang tersangka yang berhasil diamankan, dua adalah perempuan. Mereka berbagi tugas untuk melancarkan aksinya tersebut.

“Jadi ada yang berperan sebagai pengelola kafe, kemudian ada juga yang berperan mengurus anak-anak ini dari pakaian dan kelengkapannya, ada yang bertugas mencari dan menawarkan pekerjaan, ada yang membantu surat keterangan domisili dan ada yang berperan membawa korban dari Bandung ke Pangkal Pinang,” ungkapnya.

Agta menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga sejak Bulan November Tahun 2019 lalu. Sejak mendapatkan laporan itu, ia memerintahkan anggotanya untuk segera mengungkap kasus ini.

“Ada Laporan dari masyarakat mengaku anaknya dibawa ke Pangkal Pinang. Ini kita ungkap dari Bulan November, rampung di Bulan Desember dan baru kita rilis sekarang. Kita lakukan pengungkapan, kita jemput mereka di sana dan ternyata bukan bekerja seperti yang dijanjikan tetapi dipekerjakan sebagai PSK,” ujarnya.

“Umur korban 16 tahun dua-duanya. Mereka tidak sekolah,” tambahnya.

Setelah dijadikan PSK, dua gadis itu dijual oleh ora tersangka kepada pria hidung belang.

“Mereka dijual Rp 300 ribu sekali transaksi,” pungkasnya. Detik.com