Manusia Harus Mampu Berinteraksi Dengan Sesama Manusia, Alam, dan Allah Sang Pencipta

0
421

Suka Mulia, Auramedia.co – Kesederhanaan dan sifat bersahaja Catur Sugeng Susanto ternyata tidak hanya sebatas sikap dan tata keramahnya saja, pola kepemimpinan dan konsep yang dipakainya dalam memimpin negeri Serambi Mekkah juga sangat sederhana. Menjadi Bupati Kabupaten Kampar bagi H. Catur Sugeng Susanto, SH adalah amanah dan hal biasa saja dalam proses kehidupan. Semuanya hanyalah takdir dan kehendak Allah Azza Wajallah, ungkap Catur.

Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH saat berdiskusi di sela kesibukannya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ketika ditanya tentang konsepnya memimpin Kampar, Catur Sugeng dengan senyuman khasnya mengatakan, bahwa kita sebagai manusia harus mampu berinteraksi dengan 3 (tiga) hal. Sebagai manusia kita harus mampu berinteraksi dengan sesama manusia, sebagai manusia kita harus mampu berinteraksi dengan alam, dan sebagai manusia harus mampu berinteraksi dengan tuhan atau Allah Azza Wajallah sebagai Sang Pencipta.

Dengan kemampuan berinteraksi pada 3 (tiga) hal tersebut, maka akan menghantarkan kepada goal (hasil) yang baik, ungkap Catur.
Catur Sugeng juga mengungkapkan, di tengah kesibukannya memberikan pelayanan kepada masyarakat, hal yang membuatnya paling bahagia adalah ketika bisa bercengkerama dan bersilaturrahmi dengan masyarakat. Catur mengaku sangat menikmati diskusi dan bisa bercanda gurau dengan sahabat, saudara dan teman-teman saudara karibnya, ungkap Catur.

Dalam memimpin, Semuanya harus serasi, selaras dan seimbang. Hanya saja untuk mendapatkan keseimbangan tersebut seorang pemimpin mesti memiliki kepribadian dan selalu berjiwa besar.
“Pemimpin Harus Memiliki jiwa yang berserasi, berselaras, dan berseimbang. Jika semuanya berjalan dengan baik, maka semuanya akan menjadi aman”, ungkap Catur.

Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH saat berdiskusi di salah satu warung bakso dan mie ayam pasar SP II Suka Mulia Kecamatan Bangkinang.

Catur juga menambahkan, bahwa pemimpin tidak hanya berkemampuan bisa memerintahkan saja. Pemimpin harus seimbang memperhatikan hal-hal yang luas. Pemikirannya harus universal dan tidak berpemikiran sempit.
Dalam memimpin daerah kita akan selalu membangun desa dan berupaya menata kota dengan mendata seluruh persoalan-persoalan yang ada.

Catur Sugeng juga menyampaikan, bahwa dalam berinteraksi dan berhubungan dengan sesama manusia, kita harus saling mengenali, saling memahami, dan saling memaklumi. Semuanya harus kita aplikasikan dalam semua tatanan kehidupan jika kita ingin menjadi orang yang berjiwa besar, ungkap Catur.

Pada akhir diskusi sembari menikmati bakso dan mie ayam di pasar SP II Suka Mulia, Catur Sugeng yang baru selesai menyerahkan rumah layak huni kepada tiga orang anak yatim piatu di Desa Suka Mulia (SP II) dan 8 ekor sapi kepada kelompok ternak sapi sukses bersama Desa Muara Mahat Kecamatan Tapung mengatakan, bahwa seorang pemimpin harus rendah hati dan tidak boleh merasa orang paling hebat dan Adiguna. Karena dalam hidup ini tidak ada yang bisa kita sombongkan. Hidup ini tidak ada yang abadi dan langgeng selamanya.

Bupati Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH saat menyerahkan bantuan rumah layak huni kepada keluarga tiga orang anak yatim piatu

Sebagai manusia kita dilarang memiliki Sifat iri, dengki, dan berburuk sangka. Kita wajib selalu bersyukur dan selalu mengevaluasi diri dengan mengukur keimanan dan ketaqwaan kita, tutup Catur Sugeng Susanto. (Adi Jondri)