Tercatat 459 Orang terkait Penyebaran Virus Corona Di Kampar

0
181

Bangkinang Kota, auramedia.co – Hingga saat ini, terhitung pada pukul 08.00 Wib.(23/03/20), tercatat sebanyak 459 orang di Kabupaten Kampar yang terkait penyebaran virus corona yang mematikan dan mengancam dunia saat ini. Dari 459 orang yang tercatat tersebut, tidak ada satupun yang dinyatakan berstatus suspect dan positif.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, H. Dedy Sambudi, SKM.M.Kes kepada wartawan, (23/03/20) di posko siaga penanganan covid’19 (virus corona).
Lebih lanjut Dedy Sambudi menjelaskan, bahwa saat ini tercatat 459 orang yang terkait penyebaran virus corona di Kabupaten Kampar. Sebanyak 458 orang dalam status Orang Dalam Pantauan (ODP). Sebanyak 1 orang dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 0 (nihil) suspect dan 0 (nihil) yang berstatus positif covid’19.
Dedy juga menjelaskan, bahwa status ODP adalah orang dalam gejala demam (>38’C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. Sementara status PDP diberikan kepada orang yang mengalami gejala demam (>38’C)/ riwayat demam, ISPA dan pneumonia ringan hingga berat serta memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif covid’19 dalam 14 hari terakhir, ungkap Dedy.
Kepada media Dedy Sambudi juga mengatakan, bahwa tim kita selalu bekerja dan memantau perkembangan dan penyebaran virus corona di Kabupaten Kampar. Masyarakat juga dihimbau untuk pro aktif memberikan informasi jika melihat hal-hal mencurigakan terkait penyebaran virus corona. Jika ada informasi yang berkaitan dengan covid’19, silahkan hubungi hotline corona PSC 119 Kampar melalui HP. 08117699119, ungkap Dedy.
Melalui media Dedy juga menghimbau masyarakat tidak panik dan selalu berhati-hati. Mari sama-sama kita berkontribusi untuk memutuskan mata rantai penyebran irus corona dengan mengurangi kegiatan luar rumah. Dan selalu menjaga diri dan keluarga dengan melaksanakan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), harap Dedy.(adi jondri)