Bupati Kampar Apresiasi Pergerakan Penanganan Covid-19 Desa Hidup Baru

0
298

Hidup Baru, auramedia.co – Bupati Kampar mengagumi gerakan masyarakat Desa Hidup Baru dalam upaya menghadapi serangan pandemi covid-19. Kesiapan dan ketegasan relawan desa yang dilengkapi oleh personil dari TNI dan Polri pada pos penjagaan pintu masuk desa patut dicontoh oleh desa-desa lain dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Menurut pantaun wartawan, (19/05/20), saat memasuki pintu masuk Desa Hidup Baru Kecamatan Kampar Kiri Tengah, mobil Patwal yang berada di depan mobil Bupati Kampar diberhentikan oleh petugas pos jaga penanganan covid-19 Desa Hidup Baru. Dengan sopan petugas penjaga pos pintu masuk tersebut meminta driver untuk berhenti dan meminta yang berada dalam mobil agar turun dan mencuci tangan pada air yang telah disediakan.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH yang menaiki mobil dinas Nopol : BM 1 F yang berada di belakang mobil Patwal terlihat langsung turun dari mobilnya.
H. Catur Sugeng Susanto, SH terlihat berdiskusi dengan ibuk-ibuk memakai masker yang didampingi oleh personil TNI dan Polri. Setelah berdiskusi sebentar, Bupati Kampar diminta oleh relawan desa yang berada pada pos penanganan covid-19 desa Hidup Baru untuk segera mencuci tangan. Para penjaga pos pintu masuk desa tersebut juga meminta Bupati Kampar untuk mengecek suhu badannya.
Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH saat berdiskusi dengan petugas posko penanganan covid-19 Desa Hidup Baru
Setelah dinyatakan aman, Bupati Kampar bersama rombongan dipersilahkan memasuki wilayah desa Hidup Baru.
Saat menyerahkan bantuan hibah Pemda Kampar untuk pembangunan Mesjid Baiturrahman Desa Hidup Baru Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Catur Sugeng menyampaikan apresiasi terhadap pergerakan dan perjuangan masyarakat Desa Hidup Baru dalam penangan covid-19. Terutama dalam hal membuat dan memfungsikan posko penanganan covid-19.
Catur Sugeng juga menyampaikan kepada masyarakat Hidup Baru, bahwa saat ini Kabupaten Kampar sudah ditetapkan sebagai daerah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berdasarkan SK Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Dengan diberlakukannya PSBB, Catur Sugeng meminta masyarakat untuk mematuhi protokoler kesehatan. Masyarakat diminta untuk berada di rumah saja. Jangan keluar rumah jika tidak penting. Jika terpaksa keluar rumah, maka wajib pakai masker. Tolong jaga jarak aman, Rajin cuci tangan, makan makanan bergizi untuk menjaga imun atau ketahanan tubuh, sehingga kita tidak mudah diserang virus corona, ungkap Catur.
Sementara itu, Kepala Desa Hidup Baru Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Miftah Muhariyanto kepada wartawan mengatakan, bahwa desa Hidup Baru sudah mendirikan dua posko penaganan covid-19 pada pintu masuk desa. Satu posko berada pada pintu masuk pada perbatasan desa, seperti desa Bina Baru. Dan satu posko pada pintu keluar yang menembus ke pasar Kampa, ungkap Miftah.
Lebih lanjut Miftah mengatakan, bahwa dua posko tersebut didirikan dari swadaya masyarakat. Posko tersebut dijaga 24 jam dengan 3 shift. pagi-siang dijaga oleh ibuk-ibuk, siang-malam dijaga oleh pemuda dan bapak-bapak, dan shift malam-pagi juga dijaga oleh pemuda dan bapak-bapak, ungkap Miftah.
Kepada wartawan Miftah juga mengaku telah membentuk 60 orang relawan desa. Para relawan bekerjasama dengan mengedepankan sikap gotong-royong, ungkap Miftah.(Advetorial).