Memimpin Dengan Penuh Kelembutah Hati

0
370

Kampar Kiri, auramedia.co – Pagi ini, (20/05/20) udara dingin terasa menerobos pori-pori kulitku. Saat diriku duduk santai di kursi tamu rumah sembari membaca sebuah buku tentang cara mensucikan hati, tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil dari luar rumahku yang terletak tidak jauh dari Mesjid Al – Muhajirin Jl. Merdeka Terang Bulan Desa Salo.

Saat kulihat keluar rumah, ternyata yang datang adalah Bung Akhir yang merupakan teman seprofesiku. Sayapun langsung bersiap diri dan pamit kepada keluarga untuk menjalankan profesi ingin melakukan peliputan kegiatan Bupati Kampar di Desa Sungai Geringging Kecamatan Kampar Kiri untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus menyerahkan Bantuan Tunai Langsung (BLT) dana desa tahun 2020 bagi masyarakat terkena dampak penyebaran covid-19.

Sebelum sampai ke Desa Sungai Geringging, Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH  terlebih dahulu melakukan sidak ke Kantor Camat Kampar Kiri. Ketika hendak memasuki kantor yang terletak pada jalan lintas Lipat Kain-Teluk Kuantan tersebut, Catur Sugeng terlebih dahulu hendak mencuci tangan pada tempat yang sudah disediakan di depan kantor yang dipimpin oleh M. Farid Ridha, S. STP. M. Si.
Selain kemungkinan sudah menjadi kebiasaanya, Catur Sugeng Susanto tampaknya juga ingin memberikan contoh kepada masyarakat tentang pola hidup bersih yang mesti dilaksanakan terlebih lagi di tengah serangan pandemi covid-19. Dengan diberlakukannya PSBB di Kabupaten Kampar, Catur Sugeng sepertinya berharap agar masyarakatnya benar-benar mematuhi anjuran pemerintah sesuai dengan protokoler kesehatan.
Namun sangat disayangkan, air yang diharapkan mengalir untuk mencuci tangan bagi pegawai, masyarakat dan tamu yang ingin memasuki kantor camat tersebut ternyata tidak berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Meski Catur sudah mencoba untuk memutar keran air cuci tangan tersebut, namun airnya tidak kunjung keluar. Saat ditanya kepada pegawai kantor camat, pegawai kantor camat tersebut mengatakan, bahwa airnya sedang habis pak, ungkapnya menjawab pertanyaan Bupati Kampar.
Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH saat memeriksa ruangan di Kantor Camat Kampar Kiri
Catur Sugeng kemudian memeriksa beberapa ruangan yang ada di Kantor Camat tersebut. Catur juga memeriksa ruangan Camat yang kebetulan masih kosong dari penghuninya.
Setelah memeriksa beberapa ruangan, Catur Sugengpun menduduki kursi tamu yang berada di ruangan camat. Dari raut wajahnya, saya melihat ada sedikit kekecewaan terhadap kondisi kantor yang disaksikannya.
Saat Catur Sugeng duduk santai dan berdiskusi ringan dengan Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Kampar, Zamhur, tiba-tiba Camat Kampar Kiri, M. Farid Ridha datang dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa dan langsung menghampiri Bupati Kampar.
Tidak berapa lama setelah kehadiran sang camat, air di kantor tersebutpun kemudian hidup. Setelah air hidup, saya melihat Catur Sugeng Susanto bergegas ke kamar mandi dan selanjutnya melaksanakan sholat sunnah dhuha’ di ruangan camat Farid Ridha.
Setelah selesai melaksanakan sholat sunnah dhuha’, saya melihat Catur Sugeng kembali berdiskusi dengan Farid Ridha dan Zamhur di kursi tamu tersebut. Pada diskusi tersebut, ketiganya terlihat santai dan saling berbagi informasi. Tidak ada situasi tegang dalam forum tersebut, sekalipun yang berdiskusi itu adalah bupati dengan bawahannya. Mereka terlihat bahagia seperti layaknya diskusi tiga orang sahabat.
Sekalipun saya tahu, Bupati Kampar itu awalnya kecewa dengan kondisi kantor camat tersebut, tetapi Catur Sugeng tidak melihatkan keegoannya dan sikap otoriter dalam memimpin bawahannya. Sikapnya yang santai membuat bawahannya jujur dan transparan menyampaikan persoalan apa adanya.
Melihat gaya dan sikap Catur berkomunikasi dengan bawahannya, Catur Sugeng seperti orang yang mememiliki kelembutan hati dan ketenangan jiwa.
Pagi itu sayapun bertanya kepada diri sendiri, ibadah dan kebaikan apakah yang dilakukan oleh Catur Sugeng sebagai hamba yang diciptakan oleh Allah Azza Wajallah. Karena kelembutan hati dan ketenangan jiwa hanyalah dimiliki oleh hamba yang hatinya bersih dan suci.
Dalam beberapa tulisan yang pernah saya baca, hamba yang melaksanakan shalat sesuai syarat rukun, khusyu’, ikhlas dengan kelembutan hati, redupnya hasrat hawa nafsu serta mengharapkan keridho’an Allah sangat berpengaruh kepada kehidupan sehari-hari. Hamba yang mampu melaksanakan hal tersebut juga akan merasakan kedamaian, ketentraman, kebahagiaan dalam jiwa, sabar, tenang dan tidak cemas nenghadapi persoalan hidup.
Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH saat menyerahkan bantuan langsung tunai dana desa kepada masyarakat kecamatan Kampar Kiri
Melihat kondisi hari ini, sayapun berharap semoga negeriku tercinta ini selalu dipimpin oleh pemimpin yang memiliki kelembutan hati, tidak angkuh dan otoriter, pemimpin yang mengerti persoalan rakyat dan cinta kepada rakyat melalui kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. (Adi Jondri).