Catur Sugeng Canangkan Gerakan Ocu Mapan Guna Menjamin Ketahanan Pangan Masyakat Kampar

0
302

Bangkinang Kota, auramedia.co – Bupati Kabupaten Kampar menandatangani pencanangkan gerakan “Ocu Mapan”. Gerakan Ocu Mapan merupakan gerakan bersama dan gerakan nyata yang dimulai oleh pemerintah dalam upaya menjamin ketersediaan pangan masyarakat secara mandiri. ketersediaan pangan merupakan kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah kepada waratawan,(11/06/20) seusai menandatangani pencanangan Gerakan Ocu Mapan mengatakan, bahwa gerakan ocu mapan merupakan gerakan bersama dan gerakan nyata yang dimulai oleh pemerintah guna menjamin ketersediaan pangan masyarakat Kabupaten Kampar. Gerakan Ocu Mapan juga sebagai upaya memenuhi kebutuhan keluarga agar tercukupi dan tidak terjadi kekurangan pangan.
Gerakan Ocu Mapan memberikan perhatian kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur dan lahan perkarangan untuk menanam – tanaman pangan, Seperti sayur-sayuran, cabe dan tanaman pangan lainnya.
Catur Sugeng juga menjelaskan, bahwa gerakan ocu mapan akan diaplikasikan di lapangan melalui gerakan kelompok tani. Pemerintah akan memberikan bantuan penyuluhan, bantuan bibit dannbantuan lainnya yang mendukung terlaksananya program ocu mapan.
Untuk mensukseskan program Ocu Mapan, pemerintah juga telah menyediakan anggaran melalui APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten dan anggaran yang disediakan oleh lembaga lain dan pihak swasta. Catur Sugeng juga menghimbau atensi kepada seluruh Camat agar mengajak seluruh Kades untuk mensukseskan program Ocu Mapan, harap Catur Sugeng.
Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah menandatangani Pencanangan Gerakan “Ocu Mapan”.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pabgan Kabupaten Kampar, Cokroaminoto menjelaskan, bahwa nama Ocu Mapan (Optimalisasi Cara Untuk Mandiri Pangan) apabila diartikan secara istilah, Ocu berarti panggilan dan sebutan untuk masyarakat kabupaten kampar, sementara Mapan berarti kondisi dapat dipenuhinya kebutuhan ekonomi yang memadai.
Sementara optimalisasi dilakukan pada optimalisasi lahan, yakni lahan pekarangan , lahan kering, lahan tidur, tegalan maupun lahan sawah, lahan potensi perikanan, dan lahan usaha peternakan.
Optimalisasi juga dilakukan pada kinerja SDM, yakni SDM aparatur yang meliputi PPL, kepala BPD, lurah, kepala desa, camat, dinas terkait dan SDM petani, baik petani perorangan, KWT, kelompok tani dan optimalisasi SDM KTNA.
Optimalisasi juga dilakukan pada pemanfaatan teknologi, yakni pemanfaatan teknologi benih, bibit, pemupukan, pengairan, alat dan mesin pertanian, panen dan pasca pangan, dan optimalisasi teknologi di bidang IT.
Sementara Mapan merupakan Mandiri Pangan. Artinya tidak bergantung pada orang lain dan dapat menghasilkan serta memenuhi kebutuhan sendiri berupa padi-padian(beras), palawija, sayuran, buah-buahan, ikan, telur dan daging. ungkap Cokroaminoto.
Cokroaminto juga menjelaskan, bahwa pendukung gerakan ocu Mapan 2020 meliputi pemanfaatan pekarangan kwt mawar langgini, pemanfaatan lahan sekitar pekarangan kelompok tani usaha bersama, kelompok usaha peternakan Baznas langgini, penyaluran bibit sayuran dari dana kelurahan langgini, pemanfaatan pekarangan pengendalian inflasi, pemanfaatan pekarangan hatinya PKK, pemanfaatan pekarangan P2WKSS
8. Pekarangan pangan lestari dari Apbd provinsi riau, dan pekarangan pangan lestari dari badan ketahanan pangan  kementrian pertanian republik Indonesia.(Adi Jondri)