INHU Memerlukan Pemimpin Yang “Bermarwah”

0
454

 

Auramedia.co, Indragiri Hulu – Inhu akan menghelat hajatan besar untuk rakyatnya pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang. Rabu, (17/06/20).

 

Tentunya hajatan ini begitu sangat penting, karena akan memilih suksesi untuk garis pemimpin Kabupaten Indragiri Hulu menggantikan Yopi Arianto yang telah dua periode menjabat.

Hajatan ini telah ditentukan temanya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Inhu, dengan tema Pilkada Inhu ‘BERMARWAH’, yaitu singkatan dari Berintegritas, Bermartabat Ukhwah, dan Harmonis. Ada harapan besar dari tema terhadap pemimpin yang nantinya akan dipilih oleh rakyat.

Sikap Berintegritas seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya untuk mengkomandoi dan mengontrol para bawahannya sangat amat perlu ditanamkan.

Sikap ini juga akan meminimalisir kesalahan atau faktor-faktor yang akan menyebabkan kkerusakan dalam birokrasi pemerintahan, seperti korupsi yang selalu menjebak birokrasi pemerintahan. Korupsi dalam pemerintahan daerah bukanlah hal yang baru, bahkan hal ini bisa dibilang sebagai tanda atau ciri dari pemerintahan daerah yang ada di Indonesia. Hal itu bisa terjadi karena sikap integritas yang dimiliki oleh pemimpin tidak nampak dan tidak tertanam kedalam jiwa para birokratnya, sehingga mereka melupakan nilai-nilai ataupun prinsip-prinsip dasar pemerintahan. Itulah yang menyebabkan tugas pokok pemerintahan seperti pelayanan, pembangunan, pengaturan, dan pemberdayaan menjadi dikesampingkan oleh birokarasi pemerintahan, tentu yang akan menjadi korban ialah rakyat.

Sikap yang kedua yang termaktub dalam tema ialah Bermartabat dan Ukhwah, ada dua kata yang coba disatukan yaitu martabat dan ukhwah. Martabat dalam KBBI artinya adalah harkat ataupun harga diri, sedangkan ukhwah adalah hubungan. Jika boleh saya mengartikan maksud dari kedua kata yang disambung ini adalah, menjalin dan menjaga hubungan anatara pemerintah daerah dan masyarakat demi terciptanya Indragiri Hulu yang berkepribadian atau memiliki jati diri. Hal ini juga akan menimbulkan trust dalam diri masyarakat terhadap pemerintah daerah. Masyarakat yang cerdas ialah masyarakat yang berdialog dengan negara, salah satu bagian negara adalah (pemerintah daerah), dan pemerintah yang cerdas ialah yang menjadikan rakyatnya sebagai subjek sumber pembangunan dan kesejahteraan, bukan sebagai objek kepentingan belaka, ataupun pemanfaatan. Ini akan sangat berguna untuk menciptakan inovasi kemajuan bagi daerah, sehingga Indragiri Hulu dapat menjadikan ini sebagai citra diri daerah sebagai daerah yang inovator. Tentunya akan banyak hal lain yang akan tercipta bila masyarakatnya cerdas dan pemimpinnya cerdas.

Sikap terakhir Harmonis, yang artinya ini juga mendukung dan mengimplementasikan motto Indragiri Hulu ‘dayung serempak, untuk serentak’, karena harmonis menurut KBBI ialah ‘seiya sekata’. Untuk menstabilkan keadaan sosial masyarakat pemimpin harus mampu mengharmonikan “dendangan irama” yang membuat masyarakat Indragiri Hulu yang homogen ini menjadi satu kekuatan besar untuk membangun daerah secara bersama-sama. Keterlibatan masyarakat amat sangat penting untuk memajukan daerah, maka dari itu jangan sampai pemimpin daerah hanya menjadikan masyarakat sebagai “maninan” saat ada kepentingan. Masyarakat dan pemimpin daerah harus bergerak bersam- sama untuk membangun daerah. Memecah blok- blok pembatas antara masyarakat satu dengan yang lain, antara pemerintah dan masyarakat.

Saya membuat tulisan ini karen tertarik dengan tema yang diusung KPU Kabupaten Inhu dan juga dinamika politik Inhu menjelang Pilkada serentak 2020. Banyak yang sudah mendeklarasikan diri sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, tentunya saya mengapresiasi sikap itu, berani mengajukan diri sebagai calon pemimpin merupakan sikap yang luar biasa, karena beban sebagai pemimpin ini tidaklah mudah, banyak yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya didunia tapi di akhirat juga nantinya. Pemimpin juga harus siap disalahkan jika keadaan tidak sesuai dengan yang diingkan oleh masyarakat, pemimpin juga harus siap sebagai kambing hitam atas kesalahan yang dterjadi pada sistem birokrasi pemerintahannya. Maka dari itu menanggung beban sebagai pemimpin daerah tidaklah mudah, maka itu saya mengangkat topi dan apresiasi kepada mereka yang telah mendeklarasikan diri akan maju pada Pilkada Inhu 2020 ini.

Hasil akhir tetap berada ditangan rakyat, merekalah yang akan menentukan siapa yang layak didaulat sebagai pengganti Yopi Arianti dan Khairizal untuk periode mendatang. Masyarakat harus cerdas dalam menilai dan memilih pemimpin. Maka itu saya akan berpesan kepada masyarakat, mereka itu (Bupati dan Wakil Bupati) kita yang milih, kita yang mendudukannya sebagai mandataris rakyat atas daerah, maka karena itu kita harus berfikir dalam menentukannya, karena jabatan mereka sebagai pemangku kekuasaan adalah lima tahun, lima menit kurang kita di TPS itu akan berpengaruh terhadap kondisi daerah ini lima tahun kedepan. Jika mereka gagal memimpin dan tidak memperhatikan rakyat, maka kita bisa gunakan “gelombang arus rakyat”, yang artinya tidak perlu saya bilang disini.

Pesan saya untuk para bakal calon, jadilah pemimpin yang cerdas, yang sikap – sikap pada tema KPU itu tertanam dalam jiwa kepemimpinan para bakal calon. Jangan jadikan rakyat daerah sebagai “sapi perah” ataupun “tebu” yang jika manisnya hilang tinggalah ampasnya dibuang. Libatkan rakyat dalam setiap rancangan kebijakan. Jadikan rakyat sebagai subjek bertukar pikiran jangan sebagai objek kepentingan.

Febri Romadhon
Mayarakat Indragiri Hulu