Catur Sugeng Instruksikan Disperkop UMKM Jemput Bola Lakukan Pendampingan dan Pembinaan Terhadap UMKM

0
235

Bangkinang Kota, auramedia.co – Catur Sugeng Susanto meminta Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kampar fokus dalam mengembangkan UMKM masyarakat. Keberadaan pemerintah harus mampu mendampingi dan membina pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya. Pemerintah jangan hanya bisa mendata pelaku usaha kemudian mengatakan mereka sebagai binaan pemerintah.

Menurut pantauan wartawan, (18/06/20), Seusai menyerahkan bantuan paket Sembako kepada masyarakat Desa Salo Timur, Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah langsung melakukan sidak  ke Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabuoaten Kampar. Sesampai di Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kampar, Catur Sugeng langsung meninjau ruangan Kabid Pengembangan  UMKM.
Kepada Bidang pengembangan UMKM, Catur Sugeng mempertanyakan berapa jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Kampar. Berapa UMKM yang masih aktif dan produktif. Berapa UMKM yang hasil binaan dari pemerintah Kabupaten Kampar.
Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah saat Sidak di Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kampar
Catur Sugeng juga menyampaikan, bahwa selaku pemerintah, kita harus turun, jemput bola untuk memotivasi masyarakat dalam mengembangkan usaha mereka. Pemerintah harus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku usaha agar tercapainya peningkatan pendapatan ekonomi mereka.  Pemerintah jangan hanya bisa mencatat pelaku usaha, namun setelah itu mengklaim bahwa UMKM tersebut merupakan binaan dari pemerintah, ungkap Catur.
Kepada Kadis, Sekretaris dan Kabid pengembangan UMKM, Catur Sugeng dengan tegas menayakan, berapa UMKM kah yang sudah dibina langsung oleh pemerintah Kabupaten Kampar secara langsung. Apa jenis usaha dan binaan seperti apa yang telah kita lakukan?, tanya Catur.
Dengan tegas Catur Sugeng juga mengintruksikan agar Dinas perdagangan koperasi dan UMKM jangan menjadikan covid-19  sebagai alasan untuk tidak berbuat dan berkarya. segera cari pelaku usaha yang sehati. lakukan pendampinganndan pembinaan kepada mereka hingga mereka bisa kita lepaskan sendiri dalam mengembangkan usahanya. Walaupun sedikit, tetapi hasilnya jelas dan bermanfaat bagi pelaku usaha tersebut, ungkap Catur.
Sementara itu, Kadis Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kampar, Afrizal, S. Sos melalui Kabid Pengembangan UMKM, Ibrahim, M.Si kepada wartawan menjelaskan, bahwa saat ini terdapat sekitar 6264 UMKM di Kabupaten Kampar.
Ibrahim juga menjelaskan, bahwa pembinaan yang kita lakukan melalui kelembagaan, diantaranya pelatihan pengembangan usaha, pelatihan breanding usaha dan pendampingan pengembangan usaha permodalan, ungkap Ibrahim.(Adi Jondri)