Perdana Menteri India Promosikan Yoga untuk Lawan Virus Corona

0
154

New Delhi,Auramedia.coPerdana Menteri India Narendra Modi mempromosikan yoga sebagai cara untuk melawan virus Corona (COVID19). Modi mengatakan Yoga bisa membangun “perisai pelindung” kekebalan tubuh terhadap Corona.

Seperti dilansir AFP, Jumat (19/6/2020) Modi dikenal sebagai seorang praktisi yoga yang telah lama mendukung manfaat dari praktik India kuno itu. Dia memberikan saran lewat YouTube, menjelang Hari Yoga Dunia pada hari Minggu (14/6) lalu.

“Kita semua tahu bahwa sampai saat ini di dunia mereka belum dapat mengembangkan vaksin untuk COVID-19 atau virus Corona,” kata Modi dalam video itu yang dipublikasikan Kamis (17/6).

“Itulah sebabnya saat ini, hanya kekebalan yang kuat yang bisa menjadi perisai pelindung atau penjaga bagi kita dan dan anggota keluarga kita … yoga adalah teman terpercaya kita dalam membangun perisai pelindung (kekebalan) ini,” lanjutnya.

Pemimpin India yang juga seorang vegetarian total itu, mendirikan sebuah pelayanan untuk mempromosikan yoga, Ayurveda, dan perawatan tradisional India lainnya ketika dia dilantik menjadi presiden pada tahun 2014.

Modi telah mengusulkan Hari Yoga Dunia ke PBB dan mendapat persetujuan pada 2014.

Di hari tersebut biasanya orang-orang berkumpul untuk acara yoga publik, tidak hanya di India tetapi di seluruh dunia. Namun Modi menyerukan kepada publik tahun ini agar “pergi ke dalam ruangan”.

Modi juga memuji yoga sebagai cara untuk meringankan tekanan luar biasa yang dialami orang-orang karena virus Corona.

“Yoga memiliki potensi untuk memenuhi tantangan mental, fisik, dan psikologis. Ini menguji bagaimana seseorang dapat hidup di masa yang penuh tantangan,” katanya.

Pada Januari lalu, Kementerian AYUSH (Ayurveda, Yoga & Naturopathy, Unani, Siddha, Sowa Rigpa dan Homeopathy) merilis sebuah saran tentang bagaimana homeopati kuno dan pengobatan Ayurveda dapat membantu orang India memerangi virus Corona.

Namun para ahli, termasuk Institut Kesehatan Nasional AS, telah memperingatkan bahwa “tidak ada bukti ilmiah bahwa pengobatan alternatif ini dapat mencegah atau menyembuhkan COVID-19”.

Sumber: Detik.com