Rajinlah Beribadah, Rahasia Ilahi Itu Pasti Ada

0
596

Pulau Birandang, auramedia.co – Melihat ketulusan hati nenek Rosyidah (85) ingin melaksanakan ibadah qurban pada tahun ini, Catur Sugeng Susanto terpanggil hatinya untuk menambah kekurangan uang nenek yang berhati mulia tersebut guna melunasi biaya qurban tersebut. Kemuliaan hati nenek Rosyidah dan ketulusan jiwa Bupati Kampar yang suka menolong di pagi Jum’at penuh berkah (19/06/20) ini, menjadi pelajaran berharga bagi diriku dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini.

Peristiwa penuh makna dan pelajaran ini, kulihat saat kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahun 2020 dan penyerahan bantuan benih unggul untuk 4 (Empat) kelompok tani yang berada di Desa Pulau Birandang Kecamatan Kampa.
Saat menyerahkan BLT DD tahun 2020 Tahap III kepada nenek Rosyidah, Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah secara bergurau bertanya kepada nenek Rosyidah.
Nanti uang ini digunakan untuk apa nek?, tanya Catur.
Dengan lugu sang Nenek menjawab: untuk membayar biaya kurban nak.
Catur Sugeng mengulang pertanyaannya dengan bahasa ocu: Untuk apo piti ko nek?
Nenek Rosyidah kembali menjawab: Untuk bayu qurban.
Setelah kegiatan resmi selesai, ternyata Catur Sugeng mencari dan menghampiri nenek Rosyidah yang masih duduk di bawah tenda yang disediakan panitia.
Catur Sugeng Kembali bertanya: Untuk apo piti tadi nek?,
Nenek Rosyidah dengan lugu kembali menjawab: untuk tambah bayu qurban, tetapi pitinyo masih kurang.
Catur Sugeng kembali bertanya: berapa uang nenek yang tersedia?,
Nenek Rosyidah menjawab: Kalau sekarang, sudah ada sekitar Rp.2.300.000,-.
Dengan tersenyum Catur Sugeng menjawab: Saya tambah Rp. 400.000,- ribu ya nek?, agar cukup untuk melunasi uang qurban.
Dengan wajah ceriah penuh kebahagiaan, nenek Rosyidah berkata: Alhamdulillah, terima kasih atas bantuannya.
Catur Sugengpun melanjutkan perjalanannya menuju rumah-rumah warga yang tidak mampu di Desa Pulau Birandang untuk menyerahkan bantuan paket Sembako guna membantu meringankan beban warganya di tengah pandemi covid-19.
Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah saat memberikan bantuan uang kepada nenek Rosyidah untuk melunasi biaya uang qurban
Kepada wartawan nenek Rosyidah mengatakan, bahwa dirinya sangat bahagia dan senang dibantu oleh Catur Sugeng Susanto.
“Sonang ati den nak, tambah dek bupati piti untuk mambayu korban 400 ibu (Senang hatiku nak, ditamvah bupati uang sebanyak Rp. 400.000,- untuk membayar qurban)”, ungkap nenek Rosyidah.
Melihat peristiwa tersebut, paling tidaknya terdapat dua pelajaran berharga bagi diriku. Pertama, dari sang nenek Rosyidah, walaupun belum memiliki uang yang berlebih atau uang yang cukup, tetapi tidak menyurutkan hati dan niatnya untuk melakukan ibadah qurban. Sehingga Allah Azza Wajallah menggerakkan hati Bupati Kampar untuk membantunya. Dari niat tulus dan ihklas sang nenek, sayapun belajar, bahwa untuk beribadah tidak perlu menunggu kaya atau berlebih harta. Karena masih babyak orang yang lebih kaya dari sang nenek Rosyidah, tetapi hatinya belum tergerak untuk melakukan ibdah qurban yang sangat mulia.
Pelajaran kedua bagi diriku dari peristawan tersebut, adalah dari sikap H. Catur Sugeng Susanto, SH, sebagai bupati, beliau seakan tahu apa yang dimau dan dibutuhkan oleh masyarakatnya. Catur Sugeng ternilai sebagai pemimpin yang selalu berupaya mau mencari informasi tentang persoalan hidup rakyatnya. Catur Sugeng juga mampu menjadi pemimpin yang berhasil nembangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakatnya. Catur Sugeng ternilai sebagai bupati yang tidak memilih lawan komunikasinya. Catur Sugeng tidak menjadi bupati yang hanya mau berkomunikasi dengan kaum elit saja. Catur Sugeng juga bisa dikatakan sebagai Bupati yang bahagia ketika bersama rakyatnya. (Adi Jondri)
Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng, SH Datuk Rajo Bertuah terlihat berdialog dengan tokoh muda Pulau Birandang, Jufrizen saat menuju rumah warga untuk menyerahkan bantuan paket sembako di tengah pandemi covid-19