Mahasiswa Kukerta UNRI Bagikan Masker Gratis Untuk Warga Desa Hangtuah

0
314

Kampar,(auramedia.co)-Kuliah kerja nyata (Kukerta) Mahasiswa Universitas Riau yang dilaksanakan disejumlah desa adalah bentuk pengabdian sosial membantu masyarakat sekitarnya. Apalagi pada masa normal baru tentu harus mengikuti protokol kesehatan.

Mahasiswa yang tergabung dalam kukerta relawan UNRI merealisasikan ide untuk membagikan masker kain secara gratis kepada para pedagang dan pengunjung dipasar Minggu Desa Hangtuah, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Minggu 21/06/2020.

Pembagian masker ini sebagai bentuk kepedulian kita untuk pemutusan rantai penyebaran Covid-19, kemudian juga dikarenakan masih ada beberapa warga dipasar yang belum menggunakan masker. Padahal tempat-tempat ramai ini berpotensi sebagai sumber penyebaran virus. Setelah itu, Warga yang menerima masker ini pun langsung memakainya.

Pembagian masker ini didampingi oleh anggota polres Kampar, serta tokoh pemuda di Desa Hangtuah.

“Bagi warga Desa Hangtuah yang belum mempunyai masker atau belum menggunakan masker, maka segera mengambil masker kepada mahasiswa kukerta UNRI”, ujar pak Ardi dari Polres Kampar.

Dengan adanya pembagian masker, mahasiswa kukerta UNRI berharap kedepannya, masyarakat semakin sadar akan pentingnya penggunaan masker di masa pandemi ini, karena bentuk pencegahan yang paling awal adalah dimulai dari diri sendiri. Mahasiswa Kukerta(kuliah kerja nyata) Relawan Unri yang terdiri dari dua kelompok.
Kelompok pertama diketuai oleh Rahayu Sri rejeki kemudian anggotanya Diana Syamsiah, Diah Anggini dan Aprilia Cindy Nurfatimah. Kelompok kedua diketuai oleh Yogi Fransiskus Sinaga, kemudian anggotanya Yelin Nur Amalia.

Kepada pers auramedia.co salah satu mahasiswi itu Diana Syamsiah, senin 22/6/2020 mengatakan.bahwa kuliah kerja nyata ini adalah bentuk pengabdian terhadap masyarakat sekitar. “Pada masa normal baru ini tentu kami berupaya membantu masyarakat dengan membagikan masker gratis. Untuk segera memutus mata rantai penyebaran virus corona yang sangat berbahaya,”jelas Mahasiswi Kunkerta UNRI Diana.(Redaksi)