Mengenal Makna dan Sejarah Hari Keluarga Nasional

0
158

Jakarta, Auramedia.co — Tepat pada hari ini, Senin (29/6), Indonesia memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2020. Momen ini seyogianya diperingati dalam upaya menumbuhkan rasa kebersamaan antar-anggota keluarga.
Diperingati pertama kali pada 29 Juni 1993 silam, Harganas menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan saling mendekatkan diri. Berkumpulnya anggota keluarga diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan.

Kala itu, Harganas dicanangkan langsung oleh Presiden RI ke-2 Soeharto. Mengutip situs resmi BKKBN, penetapan ini didorong oleh keinginan untuk memberikan penghargaan kepada rakyat Indonesia yang telah berjuang dan mempertahankan RI pada masa penjajahan dengan meninggalkan sanak keluarganya di kampung halamanPemilihan tanggal 29 Juni juga tak hadir tanpa alasan. Tanggal 29 Juni menjadi waktu bagi para pejuang kembali kepada keluarganya. “Ini-lah yang melandasi lahirnya Hari Keluarga Nasional,” tulis BKKBN.

Tak hanya itu, 29 Juni juga menjadi waktu dimulainya Gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional pada 1970 silam. Hari ini menandai kebangkitan kesadaran masyarakat Indonesia untuk membangun keluarga kecil yang bahagia melalui program KB.

Sebelumnya, pengetahuan keluarga tentang usia nikah teramat rendah. Di tengah masyarakat juga timbul keinginan kuat untuk ‘mengganti’ keluarganya yang gugur dalam peperangan.

Hal itu kemudian membuat angka pernikahan dini cukup tinggi di Indonesia. Kesiapan yang kurang saat menikah dini sangat berpengaruh terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi ketika itu.

Bukan Hanya Keluarga Berencana

Meski telah digelar selama lebih dari dua dekade, tak banyak orang yang mengenal Hari Keluarga Nasional (Harganas). Upaya memasyarakatkan harga perlu lebih dioptimalkan.

Harganas juga kerap diidentikkan dengan program Keluarga Berencana (KB). Padahal, lebih dari itu, Harganas harus dijadikan momentum untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dalam keluarga.

Peringatan Harganas menjadi upaya untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia mengenai pentingnya peran sebuah keluarga. Keluarga dinilai memiliki peranan dalam upaya memantapkan ketahanan nasional. Dari keluarga-lah, kekuatan dalam pembangunan bangsa akan muncul.

Selain itu, Harganas juga ditujukan untuk menghidupkan kembali fungsi-fungsi yang ada dalam keluarga. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994 menjelaskan bahwa ada delapan fungsi yang harus dijalankan oleh keluarga, di antaranya fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, saling melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan.

Tak hanya Indonesia, beberapa negara lain juga memiliki peringatan serupa. Amerika Serikat mengenalnya dengan istilah Family Day, yang diperingati pertama kali pada Agustus 1978. Afrika Selatan juga tercatat memiliki Hari Keluarga sejak 1995.

Sementara warga Australia juga kerap merayakan Hari Keluarga pada setiap hari Selasa pekan pertama bulan November. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga telah menetapkan 15 Mei sebagai Hari Keluarga Internasional pada 1994.

Meski dirayakan secara berbeda, namun pada dasarnya Hari Keluarga dimaknai sebagai momen berkumpulnya anggota keluarga untuk saling mendekatkan diri satu sama lain.

Sumber: CNN Indonesia.