Selamatkan Anak Dari Stunting Menuju Pembangunan Bangsa Dan Daerah

0
154

Sialang Kubang, auramedia.co – Catur Sugeng Susanto berharap program Konvensi intervensi stunting berjalan sebagaimana mestinya. Seluruh OPD dan stakeholder pembangunan  dapat memberikan intervensi sesuai kafasitasnya masing-masing. Persoalan stunting harus menjadi perhatian serius karena berdampak buruk terhadap kemajuan dan pembangunan bangsa dan daerah. Generasi emas dan generasi harapan masa depan Kampar harus dibebaskan dari stunting semenjak saat ibu hami hingga 1000 hari pertama dalam kehidupan.

Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah seusai menyerahkan bantuan makanan bergizi kepada bayi stunting di Desa Sialang Kubang Kecamatan Perhentian Raja kepada wartawan (02/07/20) mengatakan, bahwa kasus stunting di Desa Sialang Kubang harus menjadi perhatian serius dan ditangani secara baik agar segera teratasi. Program Konvensi intervensi stunting harus berjalan dengan baik dan apik. Semua OPD dan stakeholder yang terlibat harus bekerja sama dan bekerja keras untuk menekan angka stunting di Desa Sialang kubang. Penekanan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas kesehatan saja, tetapi harus menjadi tanggung jawab kita semua. Seluruh OPD dan stakeholder terkait harus melakukan intervensi bersama, ungkap Catur.

Catur Sugeng juga menjelaskan, bahwa target nasional, kasus stunting harus berada di bawah 20% dari angka kelahiran bayi. Sementara presiden menargetkan harus mencapai 14%, dan Kabupaten Kampar menargetkan harus mampu di berada bawah 14%, harap Catur Sugeng.

Catur Sugeng juga menjelaskan, bahwa berdasarkan data yang diterimanya, dari 354 bayi yang ada di Desa Sialang Kubang, terdapat 73 bayi yang termasuk stunting, ini berarti lebih dari 20% bayi di Sialang Kubang termasuk dalam kategori stunting, ungkapnya.

Catur Juga menjelaskan, bahwa stunting merupakan bayi atau anak gagal tumbuh (kerdil). Stunting biasanya disebabkan karena anak kekurangan asupan gizi yang berdampak secara akut dan kronis, ungkap Catur.

Catur Sugeng juga menjelaskan, Stunting harus kita hadapi bersama. Stunting sangat memberikan dampak buruk terhadap pembangunan dan kemajuan bangsa dan daerah. Anak-anak yang tumbuh dengannstunting akan mengalami masalah perkembabgan kognitif dan psikomotor dan betdpak pula pada proporsi kualitas sumber daya manusia yang akan dihasilkan. Anak stunting akan kesulitan menguasai sains dan meraih prestasi olahraga. Anak stunting akan mudah diserang penyakit dan cenderung memiliki sumber daya manusia yang berkualitas rendah.

Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah didampingi Kadiskes Kampar, Dedy Sambudi, SKM.,M.Kes saat menyerahkan bantuan gizi kepada Balita Di Desa Sialabg Kubang

Catur Sugeng juga menjelaskan, bahwa stunting dapat diintervensi dengan gizi spesifik dan gizi negatif. Intervensi gizi spesifik merupakan intervensi yang ditujukan kepada anak dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan berkontribusi pada 30% penurunan stunting. Kerangka kegiatan intervensi gizi spesifik umumnya dilakukan pada sektor kesehatan dimulai dari masa kehamilan ibu hingga melahirkan Balita. Yang meliputi intervensi gizi spesifik, yaitu pemberian makanan pada ibu hamil, ibu hamil mengonsumsi tablet tambah darah, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), pemberian ASI eksklusif, pemberian ASI didampingi oleh pemberian MPASI pada usia 6-24 bulan, dan berikan imunisasi lengkap pada anak.

Intervensi gizi sensitif dilakukan melalui berbagai kegiatan pembangunan di luar sektor kesehatan dan berkontribusi pada 70% intervensi stunting.

Kegiatan terkait intervensi gizi sensitif dapat dilaksanakan melalui beberapa kegiatan yang umumnya makro dan dilakukan secara lintas Kementerian dan Lembaga. Yang meliputi intervensi gizi sensitif, yaitu menyediakan dan memastikan akses pada air bersih dan sanitasi, menyediakan akses ke layanan kesehatan dan Keluarga Berencana (KB), memberikan pendidikan pengasuhan pada orang tua, dan memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi serta gizi pada remaja. Seluruh OPD, seperti Dinas perikanan, pertanian, DPPKB P3A, peternakan, PUPR dan OPD lainnya diharapkan dapat melakukan intervensi secara maksimal. Peran Kades dalam mengalokasikan anggaran desa juga menjadi salah satu faktor terpenting dalam penanganan stunting, ungkap Catur.

Bupati Kabupaten Kampar, H. Catur Sugeng Susanto, SH Datuk Rajo Bertuah

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Kampar, H. Dedy Sambudi, SKM.M.Kes mengatakan, bahwa Desa Sialang Kubang merupakan salah satu desa dari 17 desa yang menjadi Lojus Stunting di Kabupaten Kampar. Dari 354 Balita yang ada di Sialang Kubang, 73 anak darinya tergolong dalam pertumbuhan stunting.

Dedy juga menambahkan, Stunting harus dilakukan intervensi secara menyeluruh. Kolabarosai semua OPD sangat dibutuhkan dalam penanganan stunting. “Melalui petugas di desa, kita akan melajukan intervensi berkelanjutan hibgga akhir tahun nanti”, ungkap Dedy.(Adi Jondri)