Opsi Digital MTQ Nasional

0
86

Jakarta, auramedia.co – Di sela2 acara Penyusunan Paket Soal/Maqra’ MTQ Nasional XXVIII/2020 di Hotel All Seasons Jakarta, diobrolkan kemungkinan mengambil “opsi digital” sekiranya MTQN bnr2 dilaksanakan bulan Nopember tapi pandemi Corona belum menunjukkan tanda2 mereda.

Bila seluruh cabang dan golongan dilombakan dg cara daring atau online, maka diperlukan penataan dan mobilisasi teknis cybernya yg rumit bahkan sulit dijangkau. Efek lain: syiar dan gebyar kemeriahan MTQ jadi sayup, Kota Padang tdk akan ketamuan 5000an anggota 34 Kafilah Provinsi dan 13 venue gedung2 tempat kompetisi yang dibangun dg megah akan nganggur tak terpakai.
Bagaimana dg Cabang Seni Kaligrafi Al-Qur’an? Mungkinkah dilombakan dg zoom atau videocall selama 8 jam penuh? Sekiranya tdk mungkin, tapi peserta hanya menampilkan karya jadi setelah dikerjakan di rumah masing2 tanpa pengawasan Panitia, apakah benar2 valid tidak dijoki orang lain? Apakah karyanya bnr2 karya sendiri? Sdgkn dlm situasi normal saja rombongan “wa’ala alihi wasohbihi” selalu ngrubutin utk ngbantuin pelomba. Ada lagi: karya dlm foto kerap tdk sama dg karya riilnya: bisa tampak lebih jelek atau sebaliknya. Bahkan yg jelek pun bisa diedit komputer qobla ditampilkan. Sebelas hakim yg terpisah di kotanya masing2 juga akan kesulitan menilai secara akurat, bila karya2nya bias apalagi palsu. Dlm proses menilai, para hakim kaligrafi punya tradisi berdebat dg mem-banding2kan karya yg disandingkan dlm jarak mepet. Bgmn kalau karya2 itu “pisah ranjang” di kampung msg2 peserta dg kualitas estetis foto sebagian suram dan lainnya kelewat gelap karena resolusi tustelnya tak memadai? Hasil foto juga tergantung pencahayaan di mana “cahaya bisa menipu warna”. Dan, kesulitan2 lain yg belum terbayangkan. Di cabang2 lain, persoalan seperti itu mungkin juga ada.

Ada pengalaman dari bbrp kali jadi juri Kompetisi Kaligrafi Nusantara ASEAN di Sabah Malaysia. Para Hakim menilai duluan di negaranya masing2 80an foto karya pelomba. Belum2, ada Hakim yg nuntut supaya dikirim ulang foto2 dg resolusi yg lebih memadai. Dan, ketika kami menilai karya2 riilnya di Sabah, beberapa posisi para juara terpaksa dirubah, karena berbeda dg karya2 dalam foto. Sedangkan karya2 kaligrafi MTQN penyisihan & final sebanyak 296 lauhah. Bayangkan!).
Seandainya itu terjadi, namanya juga kalau2, maka perhelatan akbar MTQ Nasional itu lebih baik diundurkan lagi ke tahun depan. 🔹🔸م ت ق ✍️
(Didin Sirojuddin AR)