Kakan Kemenag Kampar Dampingi Langsung Gubernur dan Kakanwil Kemenag Riau Saat Mengunjungi Ponpes Gontor Putri 7 Rimbo Panjang

0
107

Kampar (auramedia.co) –- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar Drs. H. Alfian MAg, dampingi langsung Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr H Mahyudin MA, saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor Putri 7 Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, hari senin (13/07/2020).

Dalam kunjungan tersebut Alfian menjelaskan tentang Protokol kesehatan Covid-19, yang telah dilakukan oleh pihak Ponpes Gontor Putri 7 Rimbo Panjang. Yang mana mulai hari ini Ponpes Gontor Putri 7 Rimbo Panjang kembali melaksanakan proses pembelajarannya secara Tatap Muka, setelah Sistem Proses Pembelajaran selama masa Corona Virus Desease (Covid – 19) dari tatap muka kepada system daring / Virtual.

Gubernur Riau ketika diminta tanggapan dan harapannya terhadap proses pembelajaran selama Covid – 19 di Lingkungan Pondok Pesantren mengatakan seluruh elemen harus menerapkan disiplin Kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid – 19. Dalam melakukan proses pembelajaran harus berlaku disiplin, disiplin dalam penggunaan Masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air serta keluar masuknya pengunjung pada Pondok Pesantren.

“Kita mengharapkan disiplin tetap di pertahankan, seperti disiplin memakai masker, disiplin mengatur jarak dan displin mencuci tangan dengan sabun dan air untuk saat ini anak-anak jangan ada menerima orang dari luar, sekalipun orang tua sendiri karena kita saying dengan anak, kita harus belajar dari negara-nagara maju yang telah melaksanakan pembelajaran setelah terjadi proses belajar mengajar, terjadi lagi penularan. Kita tidak harapkan hal tersebut terjadi di Riau”.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau mengatakan dalam proses pembelajaran tatap muka pada Pondok pesantren harus menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak/sosial distensing seperti ruang belajar kapasitas 30 orang diisi dengan 15 orang.

“Pondok Pesantren kita sudah menerapkan protokol kesehatan seperti pada ruang belajar yang berkapasitas 30 orang dijadikan 15 orang artinya sudah dilaksanakan social distancing yang bagus. Pada asrama juga sudah menerapkan protocol kesehatan dengan melakukan proses sebelum memasuki areal asrama. Kami bersyukur dan berterima kasih pada pondok pesantren kita mudah – mudahan ini adalah barometer untuk pondok pesantren yang lain dalam menerapkan Protokol kesehatan pada pondok pesantren”, pungkasnya. (Ags/Usm/Mjs)