Destinasi Wisata Pulau Kosiok, Pusat Liburan Ramah Keluarga

0
133

Kampar Utara, (auramedia.co)–Destinasi Wisata Ramah Keluarga yang terletak di Desa Muara Jalai Kecamatan Kampar Utara, kini menjadi pusat liburan ramah Keluarga. Saat ini Pulau Kosiok telah berbenah dan menjadi tujuan favorit baik pengunjung dari luar kota maupun pengunjung lokal di Kabupaten Kampar, Senin, (20/7).

Selain menyajikan jernihnya mata air sungai Kampar yang aman bagi anak-anak dan keluarga untuk menikmati kesejukan air sungai yang masih terjaga dari pencemaran, dengan nuansa bebatuan alami yang dapat terlihat langsung oleh mata pengunjung didasar sungai sehingga dipastikan aman bagi anak-anak para pengunjung.

Selain fasilitas pemandian alami, wisata Pulau Kosiok juga dilengkapi fasilitas penyewaan pelampung dengan berbagai model dan ukuran menambah ceria suasana kebahagiaan, ada juga perahu boat yang akan mengantarkan pengunjung menikmati deburan ombak sungai Kampar saat perahu boat melaju melawan arus dan keamanan pengunjung dijaga dengan adanya baju pelampung.

Selain itu, pengunjung dimanjakan dengan panganan kuliner cita rasa lokal yang dijual masyarakat di kios-kios yang tertata rapi, spot untuk berfoto selfie juga tak kalah banyak, di pulau pasir buatan yang dibentuk menjulang bagai bukit pasir juga terdapat gazebo untuk keluarga, disana juga ada penyewaan mobil-mobilan anak yang menggunakan batrai lengkap dengan sirkuit buatan sehingga aman untuk anak-anak yang berkendara disana, untuk dewasa juga ada jasa penyewaan ATV yang dapat dipergunakan untuk berkeliling melihat keindahan alam Pulau Kosiok.

Destinasi Wisata Pulau Kosiok lokasinya hanya 10 menit dari Pusat Kota Bangkinang, jika kita melewati Jembatan kembar bangkinang ke arah Tapung, setelah melewati Jembatan dan belok ke kanan menuju Jl.Peltu Syaidan, pengunjung tak perlu bingung dan cukup mengikuti jalan tersebut sampai ke Desa Muara Jalai dan tepatnya ditikungan Patah kita akan menjumpai Spanduk besar yang akan menuntun kita ke lokasi Wisata Pulau Kosiok.

Untuk tiket masuknya, pengunjung cukup membayar uang kebersihan yang terjangkau, pengendara Mobil Rp.5000,- dan Motor Rp. 2000,- cukup hanya membayar senilai itu pengunjung dapat langsung menikmati pemandian alami, sementara Mobilan Anak Rp.10.000,- dan ATV anak Rp.15.000,- ATV Dewasa Rp.30.000,-, sementara perahu boat Penumpang Dewasa Rp.10.000,- dan anak-anak Rp.5000,-.

Kepala Desa Muara Jalai sekaligus pengelola Wisata Pulau Kosiok M. Yani Husin, mengaku telah mempersiapkan Objek Wisata Pulau Kosiok ini selama 5 tahun melalui proses panjang dan sulit, dimana dirinya memiliki motivasi untuk mengembangkan Destinasi Wisata Keluarga di desanya agar dapat menghidupkan perekonomian masyarakat di desanya.

“Saya ingin meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa melalui destinasi wisata ini walaupun berat prosesnya, dimana sudah dimulai sejak 2015 dan pada tahun 2017 telah dibuka namun belum ada apa-apa waktu itu namun harus hancur oleh Banjir dan menjadi kubangan kerbau” ungkap Yani

Kegigihan M. Yani untuk memajukan perekonomian masyarakat di desanya saat ini mulai menunjukkan hasil dari berkembangnya Destinasi Wisata Keluarga Pulau Kosiok ini, seluruh elemen masyarakat di desanya dirangkul mulai dari Pemuda, Ibu-ibu, Ninik Mamak dan ulama semuanya merasakan manfaat dari banyaknya kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Pulau Kosiok ini.

“Masyarakat didesa saat ini banyak yang menyewakan pelampung, berjualan dan uang kebersihan yang terjangkau itu dikelola untuk pemuda, hasil dari pengelolaan ini selain untuk menambah wahana juga digunakan untuk keperluan sosial di Desa serta keperluan lainnya yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Muara Jalai saat ini” ungkap Yani.

Diharapkan dengan hadirnya Destinasi Wisata Pulau Kosiok ini, menjadi jawaban Masyarakat Riau pada umumnya dan Masyarakat Kampar pada khususnya agar tak perlu lagi jauh-jauh berlibur keluar Provinsi, karena semuanya telah tersedia disini, dekat, aman, nyaman, dan terjangkau dengan harga yang ekonomis, ramah bagi keluarga, dilokasi ini pengunjung juga dapat berkemah, karena telah lama dijadikan pusat perkemahan bagi masyarakat umum.(***)