Bupati Kampar Berharap 191.363 Hektar Lahan Gambut Masuk Program Prioritas BRG

0
205

Tapung, (auramedia.co) — Wabah Covid-19 membawa dampak bagi ketahanan pangan, yang membuat masyarakat mulai melakukan penghematan dengan menanam bahan pangan lokal. Terkait lahan gambut Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH meminta kepada Badan Restorasi Gambut (BRG) agar memasukkan lahan tersebut kedalam program BRG pusat agar ketahanan pangan hanya tetap terjaga.

Begitu dikatakan H. Catur saat mengikuti kegiatan siaga karhutla dan ketahanan pangan. Dengan melakukan panen raya ubi serta penanda tanganan surat perjanjian kerjasama (SPKS) kegiatan revitalisasi ekonomi tahun 2020 yang dilaksanakan di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Senin (27/7/20).

Pada kempatan itu dihadiri oleh Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia, Nazir Foead, Kadis LHK Provinsi Riau, Mahmun Murot, Dandim 0313 KPR, Letkol Inf Aidil Amin, Kadis Pertanian Holtikultura Kampar Ir. H. Bistan, Plt Kepala BPBD Kampar Afrudin Amga, MT, Camat Tapung Amri Yudo, Kapolsek Tapung Kompol Sumarno, para Kades dan tokoh masyarakat setempat.

Ditambahkan H. Catur, potensi lahan gambut di Kabupaten Kampar lebih kurang 191. 363 Ha yang tersebar di beberapa Kecamatan, diantaranya, Siak Hulu, Perhentian Raja, Kampar Kiri Hilir, Tambang dan Tapung

“Untuk daerah Tapung, hari ini kita melakukan panen raya ubi di Desa Karya Indah yang merupakan sumber ketahanan pangan sebagai penyedia pangan di kawasan hidrologis gambut yang merupakan salah satu kontribusi masyarakat yang dilaksanakan oleh Pokmas Tunas Karya sebagai penerima revitalisasi ekonomi tahun 2019” jelas Catur.

Bupati Kampar H. Catur menjelaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar juga telah membentuk masyarakat peduli api yang selalu siap siaga terhadap pencegahan kebakaran hutan, khususnya lahan gambut, sehingga dapat mempercepat pemulihan dan pengembalian fungsi hodrologis gambut yang rusak akibat kebakaran dan pengeringan.

“Sedangkan Pangan dan lingkungan keduanya bagai dua sisi mata uang yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat, keduanya bersama-sama saling mendukung dan saling menjamin keberlangsungan hidup masyarakat, dengan menjaga lahan gambut, maka keseimbangan ekosistem akan terjaga sehingga masyarakat dapat tetap hidup berdampingan dan memperoleh penghidupan dari bertani. Saat kondisi sulit karena dampak virus corona, masyarakat dapat bertahan untuk kebutuhan sehari harinya,”ucap Bupati. (Redaksi)